Diduga Langgar UU ITE, Anji dan Hadi Pranoto Terancam 10 Tahun Penjara

INDOZONE.ID Dipublikasikan 03.37, 04/08 • INDOZONE
Diduga Langgar UU ITE, Anji dan Hadi Pranoto Terancam 10 Tahun Penjara
Ketua Umum Cyber Indonesia, laporkan Anji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya karena diduga langgar UU ITE terkait hoaks obat Covid-19.

Buntut dari video "Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!", membuat musisi Anji dan Hadi Pranoto sebagai narasumber dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Keduanya dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat Covid-19.

"Pertama ada dugaan berita bohong yang disampaikan oleh si narsum (Hadi Pranoto) ini pas interview kemudian disebarkan. Penyebaran itu dilarang menurut undang-undang ITE ada di pasal 28 makanya kita laporkan ada pasal 14, 15," ungkap Muannas pada Senin (3/8/2020).

Kata Muannas, Anji dan Hadi bisa langsung ditahan oleh aparat polisi dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Ini ancaman pidananya 10 tahun loh, nggak main-main. Bisa langsung ditahan pelakunya, bisa langsung ditangkap," jelasnya.

Selain itu kata Muannas, Anji sebagai terlapor kedua bisa terancam hukuman penjara selama liam tahun, karena dianggap memberi ruang kepada Hadi untuk menyebarkan hoaks.

Anji. (Instagram/@duniamanji)

"Termasuk pasal 28 ayat 1 yang kemudian diduga dijerat pada Anji dan itu di atas lima tahun. Artinya apa, Anji memungkinkan juga untuk dilakukan penangkapan dan penahanan dalam perkara ini karena ancaman pidananya begitu tinggi," jelasnya.

Dia menambahkan, Anji dan Hadi dikenai undang-undang ITE atau menyebarkan berita bohong pasal 28 ayat (1) Juncto pasal 45A UU RI Nomer 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI No.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sementara itu kata Muannas, pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDi), juga meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Yang pasti ini sudah resmi dilaporkan dan sejauh ini di media sosial ada beberapa dari IDI misalnya mengatakan bahwa minta polisi untuk mengusut, menindak tegas pelakunya," sambungnya.

Artikel Asli