Dibui Gara-gara Ikan Asin, Rey Utami Tak Bisa Susui Buah Hati

Tribunnews.com Dipublikasikan 11.42, 14/10/2019 • Nurul Hanna
Tiga tersangka kasus IKAN ASIN, Rey Utami, Pablo Benua, dan Galih Ginanjar mulai meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/7/2019) Tiga tersangka tersebut atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. (Warta Kota/Feri Setiawan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara dari Rey Utami, Insank Nasrudin, merasa miris melihat kondisi kliennya. Semenjak mendekam di rutan Polda Metro Jaya, Rey Utami tak bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI), secara intensif untuk buah hatinya.

“Sangat miris melihat seorang anak yang merupakan haknya mendapat ASI, setelah persoalan hukum ini anak tersebut tidak memperoleh ASI lagi. Hati nuraninya di mana?,” kata Insank ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (14/10/2019).

Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua kini ditahan karena kasus video ‘ikan asin’. Insank menyebut kliennya belum tentu bersalah dalam kasus tersebut. Terlebih, kata dia, Pablo hanyalah pemilik akun dan Rey Utami hanya bertindak sebagai pewawancara.

“Jangan kita lihat saudara Pablo dan Rey adalah penjahat, tidak juga loh. Seorang dinyatakan bersalah manakala ada putusan dari pengadilan,” katanya.

Ia yang beberapa kali menjenguk Rey, merasa miris mendegar tentang kondisi buah hati Rey. Pablo dan Rey, sangat jarang melihat sang buah hati. Saat melihat buah hati mereka dibawa keluarga menjenguk ke rutan, hati Pablo dan Rey teriris.

“Karena ketika anak menengok ke tahanan, mereka justru merasa lemah, perasaannya hancur lebur. Anak yg baru berusia 1 tahun saja harus berada di dalam rutan untuk ketemu ortunya. Ini yang menurut kami miris sekali,” kata Insank.

Pablo Benua, Ray Utami serta Galih Ginanjar dilaporkan mantan istri Galih, Fairuz A Rafiq dilaporkan Fairuz A Rafiq atas dugaan penghinaan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Pablo dan Rey.

Dalam konten video itu Galih yang diwawancara Rey tentang masa lalunya menyinggung mantan istri. Ia menyebut kemaluan mantan istrinya berbau ikan asin.

Polisi menetapkan Rey Utami dan Pablo Benua sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik melalui ITE. Mereka terancam dijerat Pasal 27 ayat (1) dan (3) UU ITE, juga Pasal 310, 311 KUHP.

Artikel Asli