Dibeli Investor Gojek, Bank Artos Akan Perkuat Layanan Digital

kumparan Dipublikasikan 09.39, 14/10/2019 • Wendiyanto Saputro
Co-Founder Northstar, Patrick Walujo (kedua kanan), menjadi pembicara dalam diskusi Milenial Fest bersama Menkominfo, Rudiantara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) mendapat suntikan dana dari Patrick Walujo, salah seorang pendiri perusahaan investasi Northstar Group, yang merupakan investor awal Gojek. Patrick masuk ke ARTO bersama Jerry Ng. Mereka berdua mengakuisisi 51 persen saham bank BUKU I itu.

Tak hanya sampai di situ, kini Bank Artos tengah membidik dana dari rights issue senilai Rp 1,5 triliun. Jumlah lembar saham baru yang direncanakan pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) I ialah sebanyak 15 miliar.

Direktur Utama Bank Artos, Deddy Triyana, menjelaskan pelaksanaan rights issue itu ditargetkan di awal 2020 mendatang. Perkiraan harga exercise tersebut sama dengan nilai nominal saham baru yaitu Rp 100.

“Kemungkinan awal tahun depan. Targetnya sekitar Rp 1,5 triliun,” ujar Deddy di paparan publik Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/10).

Deddy menjelaskan, dana yang diperoleh dari right issues nantinya akan digunakan sebagai pengembangan bisnis. "Salah satunya, terkait digital banking yang tengah digencarkan. Sebab, pasarnya potensial," imbuh Deddy.

Menurut dia, segmen itu saat ini marketnya yang paling besar di Indonesia. Baik dari sisi usia maupun income dan lain-lain. Hal ini menjadi daya tarik bagi Bank Artos untuk menggarap pasar tersebut.

Direktur Utama Bank Artos Tbk, Deddy Triyana (Tengah), dalam acara public expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/10/2019). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Gara-gara langkah itu, sempat beredar rumor jika Bank Artos akan menjadi bank-nya Gojek. Tapi hal itu dibantah Deddy.

Langkah rights issue itu, ia pastikan segera bisa terwujud setelah segala urusan akuisisi Jerry Ng dan Patrick Walujo menjadi pemilik baru rampung. “Sekarang (pengurusan akuisisi) lagi berjalan. prosesnya nunggu akuisisi dulu selesai. Kalau semua lancar diharapkan awal Januari 2020,” tegasnya.

Sementara, proses akuisisi saat ini dalam tahap di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yaitu, setelah diputuskan dalam RUPSLB pada akhir September lalu.

“Penelaahan, kami baru dapat persetujuan RUPS 30 September, tanggal 2 Oktober kami masukin. Kita enggak bisa ngomong tapi syukur-syukur OJK (bisa selesaikan) kurang dari 1 bulan,” tutupnya.

Artikel Asli