Dibebaskan dari Tahanan, Begini Tanggapan Youtuber Ferdian Paleka

Kompas.com Dipublikasikan 09.19, 04/06 • Kontributor Bandung, Agie Permadi
-
Youtuber Ferdian Paleka terlihat mengenakan topi putih dan masker saat keluar dari Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Rabu (4/6/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Youtuber Ferdian Paleka dan kedua rekannya akhirnya bebas dari tahanan setelah para korbannya mencabut laporan polisi.

Ferdian mengaku menyesal dengan perbuatannya membuat konten video prank sembako isi sampah di Bandung.

Ferdian belum menjawab apakah dirinya akan membuat konten YouTube kembali.

Baca juga: Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Paleka Bebas dari Tahanan

Namun Ferdian berjanji tidak akan membuat konten yang negatif.

"Ya lihat nanti ke depannya, pastinya lebih positif ya," kata Ferdian di Mapolrestabes Bandung, Kamis (4/6/2020).

Meski begitu, Ferdian mengaku lega setelah akhirnya menghirup udara bebas.

Untuk sementara waktu ini, Ferdian berencana untuk beristirahat sejenak di rumahnya.

"Istirahat dulu di rumah," ucap Ferdian.

Baca juga: Pihak Ferdian Paleka Upayakan Mediasi, Berharap Korban Cabut Laporan

Seperti diketahui Ferdian Paleka (21), M Aidil (21) dan Tubagus Fadilah Achyar (20) menjadi tersangka dalam kasus video prank sembako berisi sampah yang dibuat secara bersama-sama.

Namun, polisi akhirnya membebaskan mereka dengan dasar pencabutan laporan dari para korban video prank sembako tersebut.

Dengan demikian, kasus video prank sembako isi sampah ini dihentikan proses hukumnya.

"Ya, jadi dengan dicabutnya itu, pasti kita hentikan kasusnya," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri.

Meski demikian, Galih tidak menjelaskan apa alasan para korban mencabut laporan polisi.

Beberapa waktu lalu, pengacara Ferdian dan rekan-rekannya memang berusaha menempuh mediasi.

Pihak keluarga Ferdian dan tersangka lainnya bertemu dengan para korban dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Pihak keluarga tersangka berharap para korban mau memaafkan dan mencabut laporan polisi.

Penulis: Kontributor Bandung, Agie PermadiEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli