Dibangun Mahal-mahal, Wisma Atlet Kemayoran Kini seperti Ghost Town

kumparan Dipublikasikan 06.31, 19/01/2020 • Feby Dwi Sutianto
Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Setahun lebih setelah perhelatan Asian Games 2018, Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat, kini dalam kondisi sepi tanpa penghuni. Tak hanya itu, bahkan bangunan yang terdiri dari sepuluh tower ini terkesan kumuh dan tak terawat layaknya sebuah kota berhantu atau ghost town.

kumparan mencoba mengunjungi Wisma Atlet, Minggu (19/1). Beberapa lampu di rusun tersebut terlihat masih menyala, meskipun waktu telah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Pintu pagar yang dicat putih pun mulai terlihat kotor dan berdebu.

Di sisi halaman, terlihat rumput-rumput tak terurus. Bahkan gulma dan ilalang pun dibiarkan tumbuh secara liar. Di sekitarnya juga terlihat sejumlah sampah dan botol plastik yang berserakan.

Sebenarnya, tak bisa sembarang orang masuk Wisma Atlet. Ketika sampai di depan gerbang dekat Tower 7, hanya ada seorang petugas keamanan yang sigap menanyakan kepentingan dan tujuan untuk masuk ke rusun yang terdiri dari 7.426 unit ini.

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Petugas yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, saat ini seluruh tower di Wisma Atlet tak berpenghuni. Dia bilang, hanya ada beberapa TNI dan Brimob yang pernah menginap di wisma tersebut saat aksi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Mei tahun lalu.

“Enggak ada sih sekarang. Kalau waktu itu iya, ada TNI di sini ada Brimob Polisi juga waktu demo Pilpres itu,” katanya kepada kumparan.

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Setiap pagi dan sore di hari kerja, kata dia, ada dua petugas kebersihan yang membersihkan halaman Wisma Atlet. Ia pun mengakui hal tersebut tak cukup untuk membersihkan seluruh unit dan sekitar tower.

“Iya dimaklumi aja lah kalau kotor begini. Petugas yang bersihinnya juga dikit. Biasanya tiap hari dua kali dibersihin, kadang sekali,” katanya.

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Mengenai kabar Wisma Atlet akan disewakan untuk PNS maupun TNI dan Polri, menurutnya beberapa petugas sudah mengetahui dari tahun lalu. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian hal itu.

“Kalau soal disewa, jujur saya udah dengar dari tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada arahan lagi gimananya. Kita nunggu aja,” jelasnya.

Wisma Atlet yang dibangun oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2016 itu terdiri dari sepuluh tower, yang berisikan 7.426 unit hunian dengan kapasitas 22.278 orang. Wisma Atlet Kemayoran itu berdiri di atas lahan seluas 10,6 hektare. Total dana pembangunan mencapai Rp 3,4 triliun. Adapun beberapa aset di dalam setiap kamar atlet seperti dapur, kamar mandi, dua tempat tidur, meja, kursi dan AC yang hingga saat ini masih berfungsi normal.

Artikel Asli