Dianggap Tak Lazim, Ternyata Ini Alasan Pria di Tulungagung Ceraikan Istrinya

Merdeka.com Dipublikasikan 08.00, 14/08/2020

                Ilustrasi perceraian. shutterstock
Seorang pria di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menceraikan istrinya dengan alasan unik. Meski sangat mencintai sang istri, pria itu mengaku tak kuat memenuhi keinginan istrinya.

Seorang pria di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menceraikan istrinya dengan alasan unik. Meski sangat mencintai sang istri, pria itu mengaku tak kuat memenuhi keinginan istrinya.

Dikutip dari Instagram @smart.gram (13/8), saat datang untuk meminta bantuan hukum kepada pengacara, pria itu tampak frustasi. Menurut keterangan pengacara Moh Hufron Efendi, selama sidang perceraian digelar pelaksanaannya pun terasa kikuk.

Perkara Unik

shutterstock

Hufron yang juga Sekretaris Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Tulungagung semringah setelah menyelesaikan perkara unik dari kliennya itu. Kasus perceraian yang ditanganinya dianggap sedikit tidak lazim.

"Alhamdulillah lega, kasus yang membuat saya harus berpikir sekaligus membuat perut saya sedikit kaku karena menahan tawa," terangnya.

Alasan Bercerai

shutterstock

Alasan sang klien menceraikan istrinya lantaran sang istri selalu meminta berhubungan intim selama sembilan kali dalam satu hari. Rutinitas itu dijalaninya setiap hari kecuali sang istri sedang menstruasi.

"Alasan klien saya ini dia tidak kuat melayani istrinya yang meminta jatah hubungan intim sehari hingga sembilan kali dan rutin, kecuali saat menstruasi," terang Hufron.

Awalnya, dengan segala cara sang suami menuruti kemauan istrinya. Ia melakukan berbagai cara termasuk rutin minum jamu untuk menambah stamina.

"Berbagai macam cara dilakukan, termasuk menambah stamina dengan rutin minum jamu agar istrinya terlayani kemauannya," lanjutnya.

Ternyata, upaya yang dilakukan untuk menambah stamina tidak serta merta selalu berhasil menambah kejantanannya. Ia pun tak bisa mengimbangi keinginan sang istri.

Berat Hati

©2018 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Sang suami semakin kewalahan. Akhirnya dengan mempertimbangkan berbagai hal, dengan berat hati ia mengajukan perceraian.

"Nah, akhirnya setelah curhat itu saya yakinkan bahwa alasan cerai itu bermacam-macam dan dia yakin dengan keputusannya mengajukan talak ke istrinya," ungkap pengacara muda itu.

Setelah permohonan cerai diajukan, sidang pun terjadi. Suasana sidang tampak kikuk dan tertutup. Terlebih para saksi yang dihadirkan tidak mengetahui masalah privat suami istri itu.

"Jadi saat sidang terasa kaku. Alasannya agak berbelit dan mengundang tawa para hakim juga," lanjutnya.

Artikel Asli