Di Kampung Halamannya, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Dikenal Orang Baik

Kompas.com Regional Dipublikasikan 04.02, 08/12/2019 • Kontributor Bali, Imam Rosidin
KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN
Rumah Keluarga Ari Askhara di Dalung, Badung, Bali.

BADUNG, KOMPAS.com - Nama Eks Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir.

Hal tersesebut dilatarbelakangi oleh temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di pesawat baru milik Garuda berjenis Airbus A3330-900 Neo.

Kepala Dinas Banjar (kepala lingkungan) Padang Bali, Dalung, Badung, I Gede Mustika, mengatakan, secara administrasi Ari Askhara memang tercatat di desanya.

"Dia memang warga di banjar dinas sini," kata Mustika saat ditemui, Sabtu (7/12/2019) siang.

Mustika mengatakan, orangtua Ari memiliki rumah di Banjar Padang Bali. Rumahnya tepat di pinggir jalan P Permai nomor 32.

Saat Kompas.com mengunjungi rumah Askhara, bangunan itu tampak kosong dan pagarnya dikunci. Di sana juga tidak ada aktifitas sama sekali.

Mustika mengatakan, Ari memang jarang ke Bali. Ia ke Bali hanya saat ada upacara atau odalan di Pura.

Sementara orangtuanya belakangan ini memang sering pulang ke kampung halaman.

"Kalau bapaknya sering pulang. Tapi bolak-balik (Jakarta-Bali)," katanya.

Rumahnya yang di Dalung hanya dijaga oleh asisten rumah tangganya.

Sepengatahuan Mustika, warga setempat mengenal Ari sebagai sosok yang baik dan tak ada yang menonjol selama ini.

"Dia baik-baik saja di sini, tak pernah ada neko-neko. Dengan masyarakat komunikasinya bagus," katanya.

Hal senada juga dikatakan Komang Tri, seorang warga yang berjulan di dekat rumah orangtua Ari.

Ia mengaku tak terlalu mengenal Ari karena memang jarang pulang. Ari hanya kelihatan jika memang ada upacara atau sembahyang di Pura Desa.

"Kalau ada odalan atau upacara (baru kelihatan)," katanya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Pencopotan Ari tersebut dilatarbelakangi oleh temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di pesawat baru milik Garuda berjenis Airbus A3330-900 Neo.

Pesawat tersebut melakukan perjalanan perdananya dari pabrik Airbus di Perancis.
"Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami lakukan, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya," kata Erick Thohir.

Penulis: Kontributor Bali, Imam RosidinEditor: Farid Assifa

Artikel Asli