Di Balik Pembunuhan Kejam Alfian di Cengkareng, Diduga Informan Polisi...

Kompas.com Dipublikasikan 03.26, 19/11/2019 • Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar
KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, saat melakukan jumpa pers di Polsek Cengkareng, Senin (9/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Alfian Bagas (24) pemuda asal Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat meninggal dunia usai dikeroyok oleh 8 pemuda.

Alfian dianiaya sekelompok orang di sebuah lahan kosong jalan ring road Cengkareng Jakarta Barat pada Jumat (15/11/2019).

Alfian meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala dan lehernya. Sebelum meninggal Alfian sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng untuk mendapat pertolongan medis.

Berikut uraian penjelasan pihak kepolisian terkait tewasnya Alfian.

Diduga jadi informan polisi

Motif dibalik pembunuhan AB (24) bukan hanya dendam. Polisi menduga korban menjadi sumber informasi yang menyebabkan salah satu rekan pembunuhnya tertangkap polisi.

"Ini kita duga sementara ada kayaknya salah informasi. Artinya diduga orang ini mungkin memberikan informasi atau sebagai pemberi informasi. Untuk itu masih kita dalami," ucap Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2019).

Masih kata Khoiri, ia menduga salah satu komplotan tersangka yang berhasil ditangkap sebelumnya oleh polisi di Tangerang merupakan hasil bantuan korban.

Korban diduga memberi informasi kepada polisi sehingga rekannya ditangkap.

Itu sebabnya, korban diburu untuk membalaskan dendam para tersangka.

"Iya, mungkin ada salah satu di antara dia (pelaku) ditangkap Polisi Tangerang kalau enggak salah. Korban dikira yang memberi informasi. Benar atau tidaknya masih kita dalami," ucap Khoiri.

Polisi tangkap 6 dari 8 tersangka

Dari hasil pengembangan kasus, polisi menangkap 6 tersangka dari jumlah keseluruhan 8 orang.

Tersangka yang melakukan pembunuhan kepada Alfian Bagas ada IW, RD, WYD, SWD, PWT, RK (DPO), Hirwan alias BWK, VJ (DPO).

Dari 6 tersangka yang ditangkap tersebut, terdapat dua pelaku utama (penggerak) yakni IW dan BWK.

IW dan BWK ditangkap ketika sedang nongkrong di depan warnet di kawasan Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat.

Kemudian empat tersangka lain ditangkap ketika mereka akan bersiap-siap untuk keluar kota.

Polisi pun masih memburu 2 tersangka yang tergabung dalam komplotan pembunuh Alfian.

"Pelakunya ada 8 orang, 6 orang sudah kita tangkap 2 lagi masih DPO," Kanit reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius saat dikonfirmasi, Senin.

Selain membunuh, salah satu komplotan positif narkoba

Khoiri mengatakan salah satu tersangka pembunuhan pria berinisial Alfian (24) terbukti positif mengonsumsi narkoba.

Diduga, salah satu pelaku mengkonsumsi narkoba terlebih dahulu sebelum mengeroyok Alfian.

"Cek urine ada satu orang positif narkoba, yang mana saya lupa. Dugaannya narkoba, satu orang itu. Karena kan sekarang kejahatan banyak dipengaruhi itu, tapi hanya satu yang dipengaruhi narkoba," ucap Khoiri.

Sejauh ini, belum diketahui jenis narkoba apa yang dikonsumsi oleh tersangka.

Sebelumnya, Alfian tewas setelah dianiaya sekelompok orang di sebuah lahan kosong jalan ring road Cengkareng Jakarta Barat pada Jumat (15/11/2019).

Khoiri membenarkan peristiwa yang dialami korban. Alfian meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala dan lehernya, sebelum meninggal Alfian sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng untuk mendapat pertolongan medis.

"Korban sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng akibat luka dibagian kepala dan lehernya," kata Khoiri.

Sayangnya nyawa Alfian tidak bisa diselamatkan, Alfian meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumahnya di Jalan Tanah Koja RT 009/RW 002 Kel. Duri Kesambi Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Penulis: Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar

Editor: Jessi Carina

Artikel Asli