Di Akhir Perjuangan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Melawan Covid-19...

Kompas.com Dipublikasikan 02.32, 10/08/2020 • Michael Hangga Wismabrata
Istimewa
Tangkapan layar video Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengumumkan dia dan istrinya tertular Covid-19.

KOMPAS.com - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia terinfeksi virus Covid-19 pada hari Senin (10/8/2020).

Nadjmi mengembuskan nafas terakhir saat menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, pada pukul 02.30 WITA.

Seperti diketahui, usai dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada bulan Juli 2020, Nadjmi sempat mengumumkan kondisinya melalui rekaman video. 

Dalam video itu, Nadjmi juga memberitahukan bahwa sang istri Ririn Kartika Rini, juga terkonfirmasi positif corona.

"Saya minta doa untuk kesembuhan kami agar diberi kekuatan, kemudahan dalam berobat, dan juga bisa melewati ini dengan baik," katanya dalam video itu sambil mengenakan alat bantu pernapasan. 

Setelah dua pekan menjalani isolasi, pada hari Minggu (9/8/2020) kondisi Nadjmi dikabarkan menurun.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Banjarbaru Dedi Sutoyo.

"Mohon doanya, kondisi beliau sempat menurun," tulisnya singkat, Minggu (9/8/2020), dilansir dari Tribunnews.

Pada Senin dini hari, orang nomor satu di Banjarbaru itu pun meninggal dunia di RSUD Ulin. 

"Innalillahiwainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia bapak Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, pukul 02:30 Wita di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini Syahranie dalam pesan singkatnya.

Berjuang di tengah pandemi corona

Saat pandemi corona melanda, Nadjmi tak henti memperjuangan penyediaan alat bagi sejumlah rumah sakit di Banjarbaru.

Pada Jumat (7/7/2020), dirinya sempat meminta bantuan sejumlah alat kesehatan ke Kementerian Kesehatan.

Saat itu, jumlah kasus Covid-19 di Banjarbaru yang sudah mencapai 133 orang, peralatan kesehatan dianggapnya kurang.

"Kita memang sangat butuh peralatan kesehatan itu, apalagi rumah sakit kita kan ditunjuk jadi rumah sakit rujukan sementara peralatan kami terbatas," ujar Nadjmi saat itu.

Nadjmi juga menjelaskan, kapasitas ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin dan RSUD Anshari Saleh Banjarmasin sudah penuh.

Dengan pertimbangan tersebut, RSUD Idaman Banjarbaru pun ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan di luar Banjarmasin untuk membantu penanganan pasien virus corona.

"Dulu kan pasien corona yang berat di rujuk ke RSUD Ulin dan Anshari Saleh, sekarang pasien berat juga sudah ada di tempat kita, itu karena Ulin dan Anshari penuh," jelasnya.

Artikel Asli