Detik-detik Pengantin Ambil Foto Pernikahan Sebelum Ledakan di Lebanon, Momen Manis Berujung Nahas

Tribun Style Dipublikasikan 02.01, 06/08 • galuh palupi
Detik-detik pengantin ambil foto pernikahan sebelum ledakan Lebanon

TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah video amatir merekam detik-detik sesaat sebelum ledakan besar di Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020.

Semenjak ledakan yang terjadi sekira pukul 06.07 sore waktu setempat itu, banyak video amatir bermunculan.

Satu di antaranya adalah video amatir yang diambil oleh sepasang pengantin ini.

Detik-detik pengantin ambil foto pernikahan sebelum ledakan Lebanon (Twitter @SJPeace)

Dikutip dari ABC, video tersebut diunggah oleh akun Twitter bernama @sidchan.

"My heart is so heavy

Saddest things ever

A bride during her wedding shoot as the explosion in Beirut happens.

PRAY FOR LEBANON," bunyi caption yang dituliskan.

(Hatiku sangat hancur.

Ini adalah hal yang paling sedih.

Seorang pengantin sedang mengambil foto pernikahannya sebelum ledakan di Beirut terjadi.

Doa untuk Lebanon)

My heart is so heavy 💔 😭
Saddest things ever 😫
A bride during her wedding shoot as the explosion in beirut happens.
PRAY FOR LEBANON 🇱🇧 pic.twitter.com/cTVVOuUSFo

— StanceGrounded (@SJPeace) August 5, 2020

Dalam video singkat itu terekam mempelai wanita yang begitu anggun memakai gaun warna putih.

Ia tengah sibuk berpose untuk foto pernikahannya.

Pasangannya yang memakai jas hitam terlihat menunggu di tepi jalan.

Namun ketika sang mempelai tengah sibuk berpose, tiba-tiba saja ledakan itu terjadi.

Suasana pemotretan yang tadinya tenang dalam hitungan detik berujung kepanikan.

Bahkan saking paniknya, calon pengantin wanita hampir terjatuh.

Sementara itu, sang kameramen menjauh dari lokasi pemotretan meninggalkan kameranya yang merekam tragedi ledakan.

Hingga berita ini diturunkan, video itu telah dilihat jutaan kali dan menuai beragam komentar dari warganet dari berbagai negara.

Jumlah korban

Hingga artikel ini ditulis, jumlah korban jiwa telah mencapai 135 orang dan 5000 lebih korban luka.

jumlah korban tewas maupun luka-luka diperkirakan masih akan meningkat mengingat proses evakuasi masih berlangsung.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hasan.

"Ada banyak orang yang hilang."

"Orang-orang bertanya kepada departemen darurat tentang orang-orang yang mereka cintai dan sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada listrik," kata Hasan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan ada seorang warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat ledakan di Beirut.

"Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik," demikian keterangan tertulis resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (5/8/2020) pagi.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Libya Hajriyanto Thohari mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap WNI yang terluka tersebut.

"Satu WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman," kata Hajriyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu pagi.

Hajriyanto mengungkapkan, berdasarkan catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang bermukim di Lebanon.

Rinciannya adalah 1.234 orang Kontingen Garuda dan 213 orang merupakan WNI sipil, termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

Kekuatan ledakan dan dugaan penyebab

Saking masifnya, ledakan itu bisa terdengar hingga ke negara tetangga, seperti Siprus yang terletak 240 kilometer jauhnya.

Ledakan itu dilaporkan membuat gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan 3,3 magnitudo.

Namun, setara dengan magnitudo 3,3 tidak, "langsung sebanding dengan gempa dengan ukuran yang sama".

Ahli Geofisika di Pusat Informasi Gempa Bumi Nasional AS Don Blakeman mengatakan bahwa itu karena ledakan jenis permukaan, seperti ledakan di Beirut, tidak menghasilkan magnitudo sebesar gempa bumi.

Blakeman mengatakan, sebagian besar energinya masuk ke udara dan bangunan.

Artinya, jika ledakan itu terjadi di bawah permukaan bumi, besarnya akan lebih tinggi.

"Tidak cukup energi yang ditransmisikan ke dalam batuan di tanah," kata Blakeman.

Para ilmuwan memperkirakan ledakan yang mengguncang Beirut setara dengan ledakan 3 kiloton TNT.

Ledakan tersebut juga setara dengan seperlima ledakan bom atom yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima, Jepang, di penghujung Perang Dunia II.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menyatakan penyebab ledakan tersebut disinyalir disebabkan karena 2.750 ton amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian.

Diab menambahkan bahwa pupuk itu disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Lebanon segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas insiden mengerikan tersebut.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka yang bertanggung jawab akan menerima akibatnya," janji Diab. (Tribunstyle.com/ Galuh/Amir)**

Artikel Asli