Detik-detik Pemancing Hilang Terseret Ombak Besar di Pantai Wediombo Gunungkidul

Kompas.com Dipublikasikan 23.51, 13/08 • Michael Hangga Wismabrata
Dokumentasi SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul
Lokasi Pemancing Hilang di Pantai Wediombo, Gunungkidul Rabu (12/8/2020)

KOMPAS.com - Subardi (38), seorang pemancing di Pantai Wediombo, Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hilang usai terseret ombak besar pada Rabu (12/8/2020), sekitar pukul 06.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di depan istrinya Ika Lia (28) dan sang anak. 

"Seketika korban tergulung ombak terseret ke laut dan tenggelam," kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara.

Baca juga: Terekam CCTV Buang Bayi, Pasangan Kekasih di Yogyakarta Ini Mengaku Tak Bisa Merawat

Sunu menjelaskan, korban yang merupakan warga Pedukuhan Nglipar Lor, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, mengajak anak istrinya memancing ikan dander di sisi timur pantai Wediombo.

Saat itu, menurut Sunu, korban posisinya di atas batu dan membelakangi gelombang. Diduga kuat korban tidak menyadari saat gelombang besar datang dan menghantamnya.

Melihat suaminya terseret ombak, Ika panik dan langsung pergi mencari pertolongan ke petugas.

Baca juga: Tengah Memancing, Pria Ini Hilang Tergulung Ombak di Hadapan Anak Istri

 

Gelombang tinggi

Sementara itu, Sunu mengatakan, usai menerima laporan tersebut segera melakukan pencarian.

Namun, gelombang di Pantai Wediombo saat itu mencapai 3-4 meter. Hal itu membuat kapal Tim SAR kesulitan untuk masuk ke perairan. 

"Upaya pencarian masih kami lakukan, namun hingga kini belum membuahkan hasil,” kata Sunu.

Nyaris karam

Kapal ikan Restu Putra di wilayah Pelabuhan Sadeng, Girisubo, nyaris tergulung ombak, Rabu (12/8/2020).

Kapal yang sedang mengangkut enam penumpang dan penuh muatan ikan sudah dalam posisi miring saat dihantam gelombang.

Lalu, kapal tersebut segera mendapat pertolongan. Para penumpang dan awak kapal dapat dapat diselamatkan.

Baca juga: Orangtuanya Positif Covid-19, Pasangan di Gunungkidul Harus Tunda Pernikahan

Sementara itu, kapal hanya mengalami kerusakan ringan.

Dari informasi yang diperoleh, penumpang kapal itu adalah Cimeng (26) sebagao nahkoda, warga Ngasem, Girisubo bersama 5 orang awak kapal, yaitu Mujito (40), Widianto (55), Wiyono (37), Bakir (39) dan Angga (28).

Semua penumpang adalah warga Kalurahan Pucung Kapanewon Girisubo, akan mendarat ke pelabuhan setelah 5 hari melaut.

(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor: Khairina)

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli