Detik-detik Andi Diserang 3 Anjing Herder, Kejar Layangan Putus, Ditemukan Penuh Luka Robek dan Gigitan

Kompas.com Dipublikasikan 22.45, 04/08 • Pythag Kurniati
tverkhovinets
Ilustrasi anjing

KOMPAS.com- Berawal mengejar layangan putus, seorang bocah di Lampung Selatan bernama Andi Saputra (10) diserang oleh tiga ekor anjing penjaga gudang pabrik.

Anjing-anjing itu mengeroyoknya ketika Andi memasuki area gudang untuk mencari layangan.

Akibatnya, Andi mengalami luka parah berupa robekan dan gigitan anjing di sekujur tubuhnya.

Andi pun harus dioperasi.

Baca juga: Detik-detik Ustaz Asmala Wafat Saat Sembelih Sapi Kurban, Tiba-tiba Lemas, Masih Memegang Golok

Kejar layangan sampai masuk gudang

Orangtua Andi, Sugimin (35) menjelaskan, putranya sempat bermain layang-layang bersama anak-anak lainnya pada Senin (3/8/2020).

Anak-anak tersebut, kata Sugimin, bermain di sekitar gudang pabrik makanan ringan.

Gudang pabrik itu dijaga oleh anjing-anjing herder.

Hari telah menjelang petang, rekan-rekan Andi mengajak Andi pulang.

Namun, Andi mengejar layangan putus hingga ke area gudang.

“Dia (Andi) kejar layangan putus sampai masuk ke dalam (pabrik), tapi di dalam malah dikejar sama anjing yang jaga,” kata Sugimin.

Baca juga: Kejar Layangan Putus, Bocah Usia 10 Tahun Diserang 3 Anjing Herder

 

Tak ada kabar 3 jam, ditemukan penuh luka

Sugimin cemas, lantaran putranya tak kunjung kembali setelah bermain layang-layang.

Ia pun memutuskan mencari Andi.

Menghilang dan dicari selama tiga jam, Andi akhirnya ditemukan pada pukul 20.30 WIB.

"Karena enggak pulang sudah sore, kami sama warga mencari Andi. Sampai 3 jam dicari, ternyata ditemukan di dalam area pabrik,” kata Sugimin.

Bocah 10 tahun itu ditemukan dalam kondisi penuh luka robekan dan gigitan di sekujur tubuhnya lantaran diserang tiga ekor anjing herder.

Andi pun dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi. Kini, ia masih menjalani perawatan di RS Abdul Moeloek.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor : Abba Gabrillin)

Editor: Pythag Kurniati

Artikel Asli