Demo Mahasiswa Memanas, Massa Paksa Jebol Pagar DPR & Merangsek ke Jalan Tol

Merdeka.com Dipublikasikan 08.03, 24/09/2019
Demo Mahasiswa. ©2019 Merdeka.com/Ahdania Kirana/Magang
Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara polisi dengan massa.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di depan Gedung DPR mulai memanas. Massa mulai memaksa menjebol pagar DPR. Tak hanya itu, massa yang mulai membludak juga mulai masuk ke dalam jalan tol.

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara polisi dengan massa.

Pantauan merdeka.com, mahasiswa mendesak ada perwakilan anggota DPR yang menemui massa. Sebab, pertemuan kemarin tidak menemukan titik temu.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui permintaan Presiden Joko Widodo untuk menunda pengesahan empat Rancangan Undang-undang. Empat RUU tersebut adalah RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Minerba, dan RUU Pertanahan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, melalui Badan Musyawarah (Bamus) kemarin dan forum lobi hari ini, DPR sepakat untuk menunda pengesahan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. DPR dan pemerintah memiliki waktu untuk mengkaji dan sosialisasi RUU tersebut agar diterima masyarakat.

Sementara, RUU Minerba dan RUU Pertanahan masih dalam pembahasan tingkat pertama dan belum pengambilan keputusan

"Karena ditunda, maka DPR RI bersama pemerintah akan mengkaji kembali pasal per pasal yang terdapat dalam RUU KUHP, khususnya yang menjadi sorotan publik. Sambil juga kita akan gencarkan kembali sosialisasi tentang RUU KUHP. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan penjelasan yang utuh, tak salah tafsir apalagi salah paham menuduh DPR RI dan pemerintah ingin mengebiri hak-hak rakyat," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (24/9).

Politikus Golkar itu menjelaskan, penyusunan RUU KUHP sudah melibatkan profesor hukum dari berbagai universitas, praktisi hukum, LSM dan organisasi kemasyarakatan. Menurut Bamsoet, terjadinya penolakan karena sosialisasi belum masif.

Artikel Asli