Debat Terbuka Adian Napitupulu dan Erick Thohir

Tagar.id Dipublikasikan 18.03, 04/07
Debat Terbuka Adian Napitupulu dan Erick Thohir

Jakarta - Perseteruan Politisi PDIP Adian Napitupulu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negarav (BUMN) Erick Thohir sepertinya tidak berhenti pada opini porsi komisaris saja. Bahkan, beberapa hari lalu #DebatAdianVSErick sempat menjadi trending topic utama jagad Twitter.

Pemerhati Sosial Politik, Rudi S Kamri turut menanggapi perseteruan yang sama-sama menjadi pendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut dia, sungguh menarik menyaksikan diskursus yang dilontarkan Adian Napitupulu tentang silang sengkarut pengelolaan BUMN yang sedang dilakukan oleh Erick Thohir.

Kalau tuduhan Adian Napitupulu itu benar, ini berbahaya bagi masa depan perusahaan negara yang beraset total sekitar Rp 8.000 triliun.

"Pertama, karena keduanya sama-sama pendukung loyal Presiden Jokowi yang tidak diragukan. Kedua, mereka berdua sama-sama 'the rising star'. Ketiga, kalau memang benar yang dilontarkan Adian Napitupulu, artinya program restrukturisasi total BUMN yang sedang dilakukan Erick Thohir ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi publik," ujar Rudi kepada Tagar, Sabtu 04 Juni 2020.

Menurut dia, ketidaksepahaman di antara kedua tokoh muda potensial bangsa ini pun sudah sampai ke meja Presiden Jokowi. Terbukti ketika keduanya telah dipanggil oleh Presiden Jokowi untuk klarifikasi adu validasi data dan informasi.

"Hasilnya hanya Tuhan dan Presiden Jokowi yang tahu. Karena sampai sekarang publik tidak tahu apa progres yang dilakukan presiden maupun Menteri Negara BUMN terkait sinyalemen salah kelola yang dilontarkan Adian," kata Rudi.

Sampai saat ini, kata Rudi, sayangnya Erick Thohir juga tidak berani atau tidak mau meng-counter pernyataan Adian Napitupulu secara terbuka. Entah karena dilarang presiden atau tidak suka kontroversi terbuka.

"Saya tidak tahu. Yang jelas strategi Erick Thohir dengan mengutus Staf Khususnya Aria Sinulingga adalah keputusan yang konyol dan blunder," tutur Rudi.

Rudi mengatakan, disamping kualitas Aria Sinulingga yang tidak selevel dengan macan debat seperti Adian yang terkenal kuat data dan narasi, Aria Sinulingga juga tampak jelas tidak menguasai medan tempur yang dilakoninya.

"Terbukti kan data utang BUMN saja Aria Sinulingga salah angka dan argumentasi. yang digunakan untuk meng-counter pernyataan Adian terlihat tidak akurat, tidak nyambung dan tergagap-gagap," katanya.

Sebagai pemerhati sosial, Rudi sangat menyayangkan jika ketidaksepahaman ini hanya mengambang di awang-awang. menurutnya, rakyat berhak tahu siapa yang benar di antara keduanya yang benar.

Rudi tidak setuju jika dalam ketidaksepahaman di antara kedua tokoh muda bangsa ini dibelokkan dan dipersempit hanya sekitar bagi-bagi kursi Komisaris atau Direksi BUMN. Apalagi Kalau membaca tulisan panjang Adian Napitupulu yang membeberkan masalah yang jauh lebih krusial dari sekedar jatah kursi BUMN.

"Kalau tuduhan Adian Napitupulu itu benar, ini berbahaya bagi masa depan perusahaan negara yang beraset total sekitar Rp 8.000 triliun," ucap Rudi.

Meski demikian, Rudi mengatakan sampai titik ini belum ada kepastian tentang siapa yang salah dan siapa yang benar.

"Saya berpendapat keduanya harus bertemu dalam 'DEBAT TERBUKA' untuk adu argumentasi dan adu validasi data. Biar publik tahu siapa di antara keduanya yang lurus dalam kebenaran dan siapa yang sebaliknya," ujarnya.[]

Artikel Asli