Dari Luhut Pandjaitan Hingga DPR Komentari Ahok Bakal Masuk BUMN

Tempo.co Dipublikasikan 23.39, 13/11/2019 • Kodrat Setiawan
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menunjukkan kartu keanggotaan PDIP seusai berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019. Ahok resmi bergabung sejak 26 Januari 2019 lalu. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Kabar Ahok bakal menduduki posisi penting di BUMN pun ditanggapi berbagai pihak mulai dari Luhut Pandjaitan, Airlangga Hartarto, hingga anggota DPR.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, akan menempati jabatan penting di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada November atau Desember tahun ini.

"Mungkin nanti Desember, atau November saya tidak tahu, mungkin tanya ke Pak Menteri," ujar Ahok ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Ahok datang ke kantor Kementerian BUMN sekitar pukul 09.38 WIB. Ia diundang oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk membicarakan mengenai pengelolaan BUMN ke depan. Ahok meninggalkan kantor Kementerian BUMN pukul 10.50 WIB.

Dalam pertemuannya dengan Menteri BUMN sekitar satu setengah jam itu, Ahok mengaku siap untuk dilibatkan mengelola di salah satu BUMN. Namun ia belum berkenan untuk mengemukakan lebih jauh terkait posisinya nanti.
Adapun Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga berharap Ahok dapat bergabung dan memperkuat salah satu BUMN. "Harapan kita memang Pak Ahok bisa membantu BUMN, diharapkan juga Ahok bergabung dan memperkuat salah satu BUMN kita," ujar dia.
Kabar Ahok bakal menduduki posisi penting di BUMN pun ditanggapi berbagai pihak. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di antaranya.
Luhut Pandjaitan
Luhut menganggap Ahok memiliki kinerja yang cukup bagus selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta lalu. “Ya kan dia kerjanya bagus, kerjanya boleh,” kata Luhut dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Bogor, Rabu.
Di sisi lain, Luhut tetap menutup rapat informasi terkait Ahok yang mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk bertemu Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11), di Jakarta tersebut. "Ya enggak tahu (posisinya), kita tunggu saja,” ujarnya.
Airlangga Hartarto
Selain Luhut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun angkat bicara mengenai kemungkinan Ahok menduduki posisi penting di BUMN. Airlangga mengatakan tidak mempermasalahkan jika Ahok turut bergabung untuk mengelola BUMN.
“Kalau BUMN kan sekarang beberapa bisa diisi oleh profesional. Enggak ada masalah,” katanya usai mengikuti acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul, Bogor, Rabu.

Meski Airlangga enggan memberi kepastian terkait posisi yang akan diduduki oleh Ahok di BUMN dalam waktu dekat, namun ia menuturkan bahwa kursi kepemimpinan harus diisi oleh seseorang yang profesional. "Enggak, ini kan kita bicara profesional, jadi kita tidak sebut nama,” ujarnya.
Budi Gunadi Sadikin
Adapun Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan Ahok akan menjadi figur yang tepat untuk berada di Kementerian BUMN. Bahkan Budi memuji sosok Ahok yang juga merupakan mantan Bupati Belitung itu.
"Ahok adalah salah satu putra putri terbaik bangsa Indonesia. Aku rasa kalau kita punya orang yang berprestasi kita berikan kesempatan. Ini saya pribadi," kata dia.

Lasarus
Bukan cuma kalangan menteri di kabinet, anggota DPR pun ikut berkomentar mengenai rencana Ahok menjadi petinggi di BUMN. Rekan sejawat Ahok di partai berlogo kepala banteng, Lasarus, mengatakan rencana tersebut menjadi kabar yang menyenangkan.
“Kami senang. Kan orang sudah tahu kredibilitas Pak Ahok,” ujar Lasarus kala ditemui di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Lasarus mengatakan partainya menaruh harapan besar pada Ahok seumpama mantan Gubernur DKI Jakarta itu benar-benar menjadi pemimpin BUMN. Menurut dia, Ahok digadang-gadang dapat membenahi manajemen perusahaan pelat merah yang selama ini acap memperoleh label bermasalah.
Bambang Pattijaya
Anggota Komisi VI DPR yang membidangi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bambang Pattijaya menilai karakter Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok cocok untuk duduk sebagai salah satu jajaran pimpinan BUMN. Bambang menyabut karakter fighter yang ada pada Ahok cocok untuk terlibat mengawal BUMN.
"Pak Erick Thohir melihat satu potensi dari Pak Ahok dari sifat dia yang fighter itu. Dia cocok di BUMN yang menurut saya perlu perhatian khusus seperti, Pertamina atau PLN," kata Bambang kepada media di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu 13 November 2019.
ANTARA | FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DIAS PRASONGKO

Artikel Asli