Dari Jatah 200, Baru Satu Pendaftar CPNS Pontianak

Liputan6.com Diupdate 09.00, 12/11/2019 • Dipublikasikan 09.00, 12/11/2019 • Liputan Enam
Mengintip Seleksi CPNS 2018 di Gedung Wali Kota Jaksel
Peserta bersiap mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (26/10). Tes SKD CPNS dilakukan di 269 titik lokasi tes di 34 provinsi di Indonesia. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) pada 2019 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat hingga saat ini masih sepi.

"Hingga saat ini baru satu yang mendaftar untuk penerimaan CPNS di lingkungan Pemkot Pontianak," kata Kasubdid Pengangkatan dan Pengadaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Ahmad Fadli di Pontianak, Selasa (12/11/2019), dilansir Antara.

Pihaknya juga belum menerima keluhan dari para pelamar CPNS yang mendaftar secara online yang mulai dibuka Senin (11/11/2019), sekitar pukul 23.00 WIB hingga 24 November 2019.

"Jalur internet untuk mendaftar di penerimaan CPNS tersebut, saat ini memang cukup padat," katanya.

Pihak panitia lokal seperti BKPSDM Kota Pontianak selain akan melakukan verifikasi berkas pelamar, juga akan membantu dalam hal kelancaran penerimaan CPNS lainnya.

"Mulai tanggal 18 November 2019, kami akan melakukan verifikasi berkas pendaftaran CPNS, dan sambil berjalan untuk proses pendaftaran secara online tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro menyatakan kuota CPNS untuk kota itu pada 2019 sebagian besar untuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

"Dari kuota 200-an CPNS tahun ini, sebanyak 120 orang untuk tenaga pendidik, sebanyak 70 untuk bagian kesehatan dan sisanya tenaga teknis," katanya.

Ia menjelaskan batasan usia, sama seperti sebelumnya maksimal 35 tahun, dengan IPK minimal 2,75.

"Pemberlakuan IPK minimal ini, sifatnya berlaku hanya untuk penerimaan CPNS di lingkungan Pemkot Pontianak atau sama seperti tahun lalu," katanya.

Alasan penerapan IPK minimal sesuai dengan visi dan misi dari Pemkot Pontianak, yakni Pontianak Kota Khatulistiwa yang berwawasan lingkungan, cerdas, dan martabat sehingga memerlukan SDM CPNS yang cerdas atau unggul.

"Dalam hal ini, bukan berarti kami membatasi kesempatan para pelamar, karena berdasarkan evaluasi tahun lalu dengan syarat minimal IPK 2,75, jumlah pendaftar juga tinggi, bahkan mencapai enam ribuan, dan hanya tiga ribuan yang memenuhi syarat administrasi," ujarnya.

Ia mengatakan kalau pun persyaratan itu agak berat maka pelamar bisa mendaftar CPNS di daerah lain yang kebanyakan menerapkan persyaratan IPK minimal 2,5.

 

 

Simak video pilihan berikut ini:

Artikel Asli