Darah Emas, Langka, Berharga tapi Berbahaya

Opini Stories Dipublikasikan 05.10, 17/06/2019 • Vey Kresnawati

Pasti kita semua tahu bila golongan darah itu berbeda-beda. Ada A, AB, B, atau O. Semua golongan darah ini berbeda karena dilapisi sekitar 342 antigen. Tapi tahukah kamu kalau ada satu lagi golongan darah langka yang dianak 'emas' kan oleh para ilmuwan? Golongan darah ini disebut darah emas atau golden blood.

1. Apa itu darah emas?

Istilah golden blood atau darah emas mungkin terdengar seperti kiasan yang menggambarkan  status sosial seseorang seperti halnya darah biru yang umum digunakan untuk mengistilahkan kaum bangsawan. Namun darah emas ini memang ada dan paling langka di dunia. Darah emas adalah sebutan bagi manusia dengan darah Rh-null (Rhesus-null). 

Darah manusia mungkin terlihat sama pada semua orang, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Pada permukaan setiap sel darah merah kita, kita memiliki hingga 342 antigen, molekul yang memicu produksi protein khusus tertentu yang disebut antibodi.

Nah, antigen inilah yang menentukan jenis darah seseorang. Sekitar 160 antigen ini dianggap umum, artinya mereka ditemukan pada sel darah merah kebanyakan manusia di planet ini.

Liputan6.com

Jika seseorang kekurangan antigen yang ditemukan pada 99 persen dari semua manusia, maka darah mereka dianggap langka. Dan jika mereka kekurangan antigen yang ditemukan pada 99,99 persen manusia, darah mereka dianggap sangat langka.

Sistem Rh, atau 'Rhesus' memiliki 61 antigen. Tidak jarang manusia kehilangan salah satu antigen ini, bahkan ada yang kehilangan semua antigen 61 Rh, dan itulah yang dinamakan Rh Null.

2. Sangat langka  

Sampai setengah abad yang lalu, para dokter percaya bahwa embrio manusia dengan Rh (rhesus) semacam itu tidak dapat bertahan hidup di dalam rahim, apalagi berkembang menjadi orang dewasa yang normal dan sehat. Para dokter menganggap embrio dengan darah Rh-null akan mati dalam kandungan.

Tetapi pada tahun 1961, seorang wanita Aborigin Australia diidentifikasi memiliki darah Rh-null, yang berarti ia tidak memiliki semua antigen dalam sistem darah Rh, yang tidak masuk akal pada saat itu. 

Jenis darah emas sangat jarang ditemukan, saat ini hanya ada 43 orang yang telah dilaporkan memiliki darah emas ini dan hanya ada 10 donor darah emas di seluruh dunia.

Selain itu, bentuk sel darah merah pemilik golongan darah Rh-Null ini berbeda dengan sel darah merah lainnya. Terdapat ketidaksempurnaan bentuk pada sel darah merahnya. Sehingga pemilik golongan darah ini mayoritas adalah penderita anemia hemolitik.   

*3. Berharga tapi juga berbahaya *

Seperti yang dilaporkan Mosaic, darah emas sangat penting untuk transfusi, tetapi juga sangat berbahaya bagi pemiliknya.

Darah Rh Null disebut "darah emas" karena dua alasan. Yang paling penting, darah Rh-null dapat diberikan kepada siapa saja dengan golongan darah Rh negatif. Itulah sebabnya para ilmuwan sering mengatakan bahwa nilainya setara dengan emas.

Dalam sebuah artikel di The Atlantic, Rh-null dijuluki darah emas oleh banyak dokter dan ilmuwan karena sangat jarang dengan donor yang masih sangat terbatas. Selain itu, dalam sistem ABO, Rh-null adalah golongan darah paling penting dalam pengobatan transfusi.

Namun Rh-null tidak bisa menerima donor darah lain, jika pembawa Rh-null memerlukan transfusi darah, maka mereka akan menemukan kesulitan untuk menemukan donor, dan darah juga sulit untuk diangkut secara internasional.

Makanya hal ini bisa sangat berbahaya bagi siapa saja dengan darah Rh-null, terutama saat mereka membutuhkan transfusi karena kurangnya donor yang tersedia.

Konon berdasarkan data di bank darah, pemilik golongan darah ini yang menjadi donor aktif hanyalah 10 orang saja. Dengan kata lain, mereka tidak boleh mengalami kecelakaan ataupun penyakit yang membutuhkan transfusi darah.

4. Mengenal rhesus darah

Jenis penggolongan golongan darah selain berupa sistem A, B, AB, dan O (Sistem ABO) juga dikenal dengan sistem rhesus. Rhesus adalah protein (antigen) yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Sistem penggolongan berdasarkan rhesus ini ditemukan oleh Landsteiner dan Wiener tahun 1939. 

Dalam sistem ABO, golongan darah terbagi menjadi empat macam: A, B, AB, dan O, sedangkan dalam sistem rhesus, golongan darah terbagi menjadi dua yaitu rhesus positif dan rhesus negatif. Kedua sistem penggolongan ini berbeda satu sama lain.

Disebut “rhesus” karena saat itu Landsteiner-Wiener melakukan riset dengan menggunakan darah kera rhesus (Macaca mulatta), salah satu spesies kera yang banyak dijumpai di India dan Cina. Mereka yang mempunyai faktor protein ini disebut rhesus positif (Rh+). Sedangkan yang tidak memiliki faktor protein ini disebut rhesus negatif (Rh-). 

Artikel Asli