Dapat Menetralisir Racun, Apakah Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Charcoal?

Popmama.com Dipublikasikan 09.20, 13/08/2020 • Sysilia Tanhati
scroll.in

Arang aktif atau charcoal dibuat dengan memanaskan arang biasa dengan adanya gas tertentu untuk membuat pori-pori pada arang.

Pori-pori ini kemudian digunakan untuk menjebak racun atau bahan kimia. Arang aktif digunakan untuk mengobati beberapa jenis keracunan dan overdosis obat oral, tetapi penggunaan tanpa alasan yang jelas tidak disarankan.

Selama kehamilan, arang aktif digunakan untuk meredakan rasa mual di trimester pertama. Tetapi, bolehkah ibu hamil mengonsumsi charcoal? Berapa dosis yang diperbolehkan selama kehamilan?

Yuk, simak jawabannya pada ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

Apakah Charcoal Aman untuk Dikonsumsi selama Hamil?

henryford

Dosis yang lebih rendah dan tidak sering mungkin tidak menyebabkan efek kesehatan yang serius. Namun, charcoal dapat mencegah penyerapan suplemen kehamilan atau laktasi tertentu. Selain itu, arang aktif juga dapat bereaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain.

Arang aktif tidak dianjurkan untuk ibu hamil dengan obstruksi usus atau masalah buang air besar. Meskipun konsumsinya tidak membahayakan ibu hamil, janin, atau bayi yang disusui, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.

Keefektifan charcoal dalam mengobati beberapa jenis toksisitas dan keracunan dapat bervariasi tergantung pada waktu pemaparan dan jenis zat yang tertelan. Oleh karena itu, selama kehamilan charcoal sebaiknya hanya dikonsumsi atas rekomendasi dokter.

Manfaat Arang Aktif untuk Ibu Hamil

freepik.com/freepik

Arang aktif digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi. Namun, penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan.

Meskipun tidak ada cukup data untuk menilai keefektifan dari charcoal, mengonsumsinya secara oral dapat memberi beberapa manfaat, seperti:

  • Menurunkan kolesterol
  • Mengurangi mual di pagi hari
  • Mengobati diare dan sakit perut
  • Mengurangi gas perut atau perut kembung
  • Meredakan gejala gangguan pencernaan
  • Mengobati kolestasis kebidanan atau kolestasis intrahepatik pada kehamilan (berkurangnya aliran empedu pada kehamilan yang menyebabkan penumpukan garam empedu)
  • Mengurangi kadar fosfat pada pasien dialisis
  • Membantu penyembuhan luka
  • Pemutih gigi

Efek Samping Penggunaan Charcoal saat Hamil

Freepik/Dragana_Gordic

Penggunaan charcoal secara teratur dan dalam jumlah yang banyak dapat dikaitkan dengan efek samping tertentu, antara lain:

  • Sembelit
  • Mual
  • Muntah
  • Kotoran berwarna hitam
  • Dapat mengganggu nutrisi dan proses penyerapan suplemen makanan
  • Interaksi dengan obat tertentu
  • Dapat membahayakan bakteri usus

Batasan Konsumsi Charcoal selama Kehamilan

detoxtrading

Dosis charcoal yang diresepkan untuk keracunan atau overdosis bisa 50-100 gram untuk dosis awal, diikuti 12,5 gram per jam. Pastikan Mama berkonsultasi dulu dengan dokter dan meminta rekomendasi dosis yang tepat.

Jika ada kasus keracunan atau overdosis obat, segera cari pertolongan darurat.

Selain itu, Mama juga harus memerhatikan konsumsi makanan yang menggunakan charcoal sebagai bahan dasar atau tambahannya. Jumlahnya mungkin tidak terlalu banyak, tetapi sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter, ya.

Itulah keamanan mengonsumsi charcoal saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

  • Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Tutut, Mitos atau Fakta? Ini Jawabannya!
  • Segar dan Sedikit Pedas, Ini 5 Manfaat Paprika untuk Ibu Hamil
  • Bolehkah Ibu Hamil Makan Kerang? Cek Dulu Faktanya, Ma!
Artikel Asli