Dampak Asap Karhutla Bikin Filter Udara Motor Cepat Kotor? Begini Perawatannya!

Gridoto Dipublikasikan 13.05, 23/09/2019 • Harun Rasyid
Ilustrasi lalu lintas di daerah yang terkena asap Karhutla.

GridOto.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belum juga berakhir, sejumlah daerah di Provinsi Sumatera dan Kalimantan masih terkepung asap.
Daerah terparah yang terkena imbas asap Karhutla menurut pantauan GridOto.com disitus pemantau udara airvisual.com, yakni Provinsi Jambi dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Jika beberapa waktu lalu kualitas udara Jakarta di atas angka 200 AQI (Air Quality Index), kualitas udara di Jambi dan Palangkaraya jauh lebih buruk bahkan masuk kategori berbahaya.

Beragam zat polutan utama seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida dan ozon permukaan tanah sangat mengancam kesehatan paru-paru bahkan jantung masyarakat.

Dalam keadaan udara yang demikian buruknya, kendaraan bermotor yang digunakan juga terkena dampaknya terutama pada bagian filter udara.
Teguh Fahroji, Kepala Mekanik Yamaha Wira Motor Depok mengatakan, di kondisi udara yang ekstrim filter udara motor pasti akan lebih cepat kotor.
"Filter yang fungsinya menyaring udara yang masuk ke karburator lalu mesin dalam kualitas udara yang kurang baik pasti akan lebih cepat kotor. Jadi filternya yang paling perlu diperhatikan," kata Teguh, Senin (23/9/2019).
Teguh menerangkan, pemakaian motor di wilayah dengan kualitas udara yang ekstrim dapat mempersingkat umur pemakaian filter lebih dari 5.000 Km.

"Dikondisi normal umur pakai filter bisa 15 ribu kilometer, sedangkan di udara kotor umur filter bisa dibawah 10 ribu kilometer. Soalnya kerja filter akan lebih berat karena udara kotor tercampur abu kebakaran hutan ," terang Teguh.

Teguh menambahkan, hal yang paling terasa jika filter udara sudah kotor, tarikan motor akan terasa berat dan mesin akan lebih cepat panas.
"Kalau filter udara sudah kotor, tarikan motor akan berat dan mesin juga akan cepat panas. Untuk itu jika motor sering dipakai di kondisi udara ekstrim sebaiknya servis sebulan sekali atau per-2 ribu sampai 2 ribu lima ratus kilometer," tambahnya.

Dalam peristiwa asap Karhutla yang mencemari udara pemukiman di berbagai daerah, masyarakat memang disarankan tidak banyak beraktivitas di luar ruangan dan semoga saja bencana alam ini cepat berakhir.

Artikel Asli