Dalam 29 Menit, Ahsan/Hendra Segel Tiket ke Semifinal China Terbuka

kumparan Dipublikasikan 13.12, 20/09/2019 • Aditia Rizki Nugraha
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Kejuaraan Dunia 2019. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan belum mau berhenti di China Terbuka 2019. Pasangan ganda putra kawakan Indonesia ini sukses menyegel tiket ke semifinal usai mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang).

Berlaga di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Jumat (20/9/2019) malam WIB, Ahsan/Hendra bertarung 29 menit untuk mengalahkan Endo/Watanabe dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-12.

Di babak semifinal nanti, duo berjuluk The Daddies tersebut bakal menghadapi wakil tuan rumah, Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

VICTOR China Open 2019
MD - Quarter final
🇮🇩Mohammad AHSAN🏅
21 21 🇮🇩Hendra SETIAWAN🏅
15 12 🇯🇵Hiroyuki ENDO
🇯🇵Yuta WATANABE
🕗 in 29 minutes
https://t.co/DVpA2icS1j

— BWFScore (@BWFScore) September 20, 2019

">

The Daddies dipaksa bermain ketat pada awal gim pertama, pertahanan rapat dari Endo/Watanabe jadi penyebabnya. Pasangan asal Jepang itu memang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Namun, setelahnya, Ahsan/Hendra mulai tak terbendung.

Pukulan-pukulan 'ajaib' dari Ahsan/Hendra kerap dipertontonkan di awal gim pertama. Kondisi yang bikin Endo/Watanabe sering mati langkah dan akhirnya tertinggal 5-11 saat interval.

Laju Ahsan/Hendra kian tak terbendung selepas interval. Pengembalian menyilang hingga drop shotdi depan net menjadi momok besar buat Endo/Watanabe yang semakin tertinggal menjadi 5-15.

Namun, tertinggal dengan skor jauh tak berarti bikin pasangan Jepang patah arang dengan mudah. Sempat ada perlawanan sehinga poin menjadi 11-18 lalu 15-20. Tapi, Ahsan/Hendra yang sudah unggul jauh bisa menutup gim pertama dengan kemenangan 21-15.

Ahsan/Hendra di Kejuaraan Dunia 2019. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak

Ahsan/Hendra kembali tancap gas sejak awal gim kedua. Keunggulan 4-0 bisa mereka ciptakan lewat serangan-serangan tajam yang bikin Endo/Watanabe kewalahan mengembalikan shuttelcock.

Watanabe sampai jatuh bangun mengembalikan bola hasil pukulan Ahsan, tapi upayanya gagal sehingga skor melebar 7-3. Pertahanan rapat dan kuat juga jadi kunci bagi Ahsan/Hendra membuat keunggulan 11-5 saat interval.

Pukulan bertubi dari Endo/Watanabe dalam seketika bisa diubah menjadi serangan balik oleh Ahsan/Hendra.

Endo/Watanabe memang sempat mengejar sehingga kedudukan menjadi 10-13, tapi Ahsan/Hendra dengan segera mengembalikan momentum untuk menjauhkan jarak (lagi) menjadi 17-10. Meski kembali mendapat perlawanan sengit setelahnya, Ahsan/Hendra sukses memetik kemenangan 21-12.

Artikel Asli