Daftar Korban Tewas Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK di Blitar

Kompas.com Dipublikasikan 11.53, 07/12/2019 • Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock

BLITAR, KOMPAS.com - Bus pariwisata yang mengangkut rombongan kepala sekolah dan guru Taman Kanak-Kanak asal Kabupaten Tulungagung terlibat kecelakaan hingga terperosok ke sungai samping jembatan Judel, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019).
Dari total 56 penumpang bus, 5 orang di antaranya meninggal dan 45 lainnya mengalami luka.
Kapolres Blitar Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, para korban meninggal itu terdiri atas 4 orang penumpang bus dan 1 orang pengendara motor.
"5 korban meninggal dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," kata Budi Hermanto, Sabtu.

Baca juga: Polisi Masih Fokus Tangani Korban Kecelakaan Bus Guru TK yang Tewaskan 5 Orang
Berikut data korban meninggal:

  1. Ridwan, warga Kesamben (pengendara motor Honda AG 3094 KBB).
  2. Naksabandi, warga Tulungagung (penumpang bus)
  3. Siti Fatimah, warga Tulungagung (penumpang bus)
  4. Kasihaten, warga Tulungagung (penumpang bus)
  5. Anita, warga Tulungagung (penumpang bus).
    Sementara identitas 45 korban yang mengalami luka-luka itu masih dalam pendataan oleh petugas. Mereka menjalani perawatan di RSUD Ngadi Waluyo dan RS Wava Husada Kesamben.
    "Untuk kerugian materil masih dalam pendataan," ujar Kapolres dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Bus Rombongan Guru TK Asal Tulungagung Terjun ke Sungai, Hindari Truk Mogok dan 5 Tewas
Sebelumnya, bus pariwisata Fabian Anugrah Nopol AG 7555 UR yang ditumpangi rombongan kepala sekolah dan guru TK asal Kabupaten Tulungagung terguling ke sungai di samping jembatan Judel, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu.
Bus yang dikemudikan Miftakhul Huda itu awalnya menghindari kendaraan truk yang mogok, lalu menabrak motor AG 3094 KBB yang dikendarai Ridwan yang datang dari depan. Bus lalu oleh ke kanan dan terguling ke sungai.

Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul HakimEditor: Farid Assifa

Artikel Asli