Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ketua MUI Buru Selatan Sebut Putrinya Nikah Siri dan Tak Tinggal Serumah dengan Suaminya

Kompas.com Regional Dipublikasikan 05.15, 11/10
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021)(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021)(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

AMBON, KOMPAS.com- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buru Selatan, Maluku, Ambo Intan Karate, mengungkapkan putrinya yang dinikahkan dengan seorang ustaz asal Tangerang, Banten saat ini masih dalam perlindungannya.

Meski telah resmi menikah dengan sang ustaz, tapi putrinya dan suaminya itu tidak tinggal serumah.

“Sampai saat ini mereka itu cuma menikah tapi tidak tinggal serumah, itu (NK) masih dalam perlindungan saya sebagai orangtua,” kata Ambo kepada Kompas.com via telepon seluler, Sabtu (9/10/2021).

Ambo mengatakan putrinya itu baru akan tinggal serumah dengan suaminya setelah usianya menginjak 19 tahun.

Saat ini status perkawinan putrinya dengan sang ustaz hanya pernikahan siri.

Nanti setelah putrinya itu berusia 19 tahun, barulah ia mendaftarkan pernikahan putrinya itu ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Ia (nikah siri) jadi mereka tidak tinggal serumah. Insya Allah nanti setelah dia tepat berusia 19 tahun baru saya secara resmi daftarkan ke KUA,” katanya.

Anak Ketua MUI Buru Selatan ini menikah dengan seorang ustaz asal Tangerang, Banteng sekitar dua pekan lalu.

Siswi SMP itu dinikahkan langsung oleh Ambo di rumahnya sendiri di Desa Labuang, Buru Selatan.

Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021)(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021)(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Menurut Ambo, pernikahan itu dilakukan atas keinginan putrinya sendiri.

Meski begitu, Ambo mengaku sempat mendapat petunjuk lewat mimpi sebelum menikahkan putrinya yang masih berstatus anak dibawah umur tersebut.

“Jadi perkawinan ini untuk mengikat saja, nanti juga saat dia 19 tahun akan didaftarkan ke KUA. Cuma masalahnya kenapa harus dibesar-besarkan,” ujarnya.

Kasus pernikahan dini ini menjadi sorotan publik dan menuai kontroversi di Buru Selatan.

Bahkan para guru dan ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole, tempat anak Ketua MUI Buru Selatan bersekolah, ikut melakukan berunjuk rasa di Kantor Kanwil Kemeneg Buru Selatan dan juga kantor DPRD setempat untuk memprotes pernikahan tersebut.

Penulis Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel Asli