[DID YOU KNOW?] Tentang Julian Nagelsmann dan Kegemilangan RB Leipzig

LINE TODAY Sports Dipublikasikan 05.02, 14/08
squawka
squawka

DID YOU KNOW?

Perempat final Liga Champions kembali menghadirkan drama. Kali ini, Atletico Madrid jadi tim yang harus terluka usai disingkirkan secara dramatis oleh tim kuda hitam asal Jerman, RB Leipzig. Tak diunggulkan sama sekali, Leipzig justru mampu tampil tanpa beban dan menang 2-1 atas pasukan Diego Simeone. Yang kemudian jadi sorotan tentu sosok sang pelatih Julian Nagelsmann yang kembali menuai banyak pujian berkat strategi apiknya melawan Atletico.

**Lihat postingan ini di Instagram

✓ Youngest manager in Champions League history to win a knockout match⁣ ⁣ ✓ Youngest manager in Champions League history to reach the #UCL semi-finals⁣ ⁣ Julian Nagelsmann continues to make history.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Squawka Football (@squawkafootball) pada 13 Agu 2020 jam 2:15 PDT**

Tak hanya membawa timnya menang, Nagelsmann juga berhasil mencetak rekor sebagai pelatih termuda yang mampu membawa timnya mencapai semifinal Liga Champions, yaitu di usianya yang baru 33 tahun 21 hari. Ya, pelatih asal Jerman ini masih lebih muda dari dua megabintang sepak bola dunia, Ronaldo dan Messi, yang kini masih aktif bermain sebagai pesepakbola.

Lihat postingan ini di Instagram

RB Leipzig are the first team to knock Diego Simeone’s Atlético Madrid out of the Champions League without Cristiano Ronaldo in their squad.⁣ ⁣ And they didn’t even need Timo Werner either. 🐸☕️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Squawka Football (@squawkafootball) pada 13 Agu 2020 jam 1:59 PDT

Selain itu, ada satu rekor unik yang dicetak RB Leipzig usai pertandingan semalam. Mereka jadi tim pertama-yang tak memiliki Cristiano Ronaldo-namun berhasil menyingkirkan Atletico Madrid era Diego Simeone dari Liga Champions. Hebatnya lagi, mereka telah kehilangan sang striker andalan, Timo Werner, yang sudah terlebih dahulu hijrah ke Chelsea. 

Menantang PSG di babak semifinal, mampukah Nagelsmann dan Leipzig kembali berikan kejutan dan melaju hingga partai puncak?