Cynthia Lamusu Ungkap Alasan Putranya Berkacamata

Tabloidbintang.com Dipublikasikan 04.30, 19/11/2019 • Yuriantin
Cynthia Lamusu Ungkap Alasan Putranya Berkacamata
Memperingati hari Prematur Sedunia yang jatuh setiap 17 November, Cynthia Lamusu berbagi kisah. Istri Surya Saputra ini melahirkan anak kembar

Memperingati hari Prematur Sedunia yang jatuh setiap 17 November, Cynthia Lamusu berbagi kisah. Istri Surya Saputra ini melahirkan sepasang anak kembar pada 2016 lalu. Kala itu, kelahiran tersebut lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan atau prematur.

Lewat Instagram pribadinya dan Instagram buah hatinya @tatjanadanbima, Cynthia Lamusu mengungkapkan anak kembarnya menjadi pejuang NICU. Setelah lahir, anak perempuannya, Tatjana dirawat di ruang NICU selama 14 hari. Kondisinya juga lebih baik dibanding kembarannya, Bima. Saat itu, Bima harus dirawat di ruang NICU selama 33 hari.

Dalam unggahannya yang lain, Cynthia Lamusu juga menjelaskan alasan Bima memakai kacamata. Ia mengatakan masih banyak orang yang bertanya penyebab Bima berkacamata. Bahkan, ada yang mengira putranya tersebut memakai kacamata untuk bergaya. Cynthia pun meluruskan bahwa mata Bima terdiagnosa AP ROP.

View this post on Instagram

Tadinya Mama & Papa Berharap , meskipun Papa Mama Berkacamata, Anak anak nya jangan Sampe Kacamataan Juga lah… 😉 . . Eehh… Sekarang, Masih aja Banyak Yang Tanya ; Itu #Bima Pakai KacaMata terus, Kacama gaya" an yaa…. ?? Hahahha Ya Kaliii….mama Thia nya Rajin banget Pakein hanya Buat Gaya Gaya an Aja.. . . Baiklah…. Mama Thia Cerita Lagi yaa…. Beruntunglah Kami Bisa Menjalani Proses #Screening dengan Baik dan tepat Waktu Untuk Bima. Jadi dari Hasil screening Mata nya saat Bima masih di Nicu dulu (screening dan Tindakan harus secepat cepatnya atau maksimal di bawah usia 2 bln) ternyata Kondisi Mata nya Terdiagnosa : AP ROP. >>>> Apa Itu AP ROP (Retinopati posterior agresif prematuritas (AP-ROP) adalah bentuk ROP yang parah dan langka yang ditandai dengan perkembangan cepat ke stadium lanjut dengan neovaskularisasi datar di zona 1 atau zona 2 . Sebelumnya, AP-ROP disebut sbgROP tipe II atau ROP tipe terburu-buru. Jenis penyakit mata ini memiliki karakteristik sebagai berikut:lokasi posterior lebih;  perkembangan pesat, daripada melalui tahap klasik 1–5; dan prognosis buruk meskipun terapi dini. AP-ROP umumnya terjadi pada bayi prematur (usia kehamilan [GA] <28 minggu) dan BBLR (<1.000 g) . . (Cerita FlashBack yaa…) Pada saat Itu solusi nya Bima langsung di berikan Tindakan Khusus dari Dokter Ahli Mata yang Menangani nya (karena harus secepatnya kalau ga bisa terjadi Kebutaan) . Alhamdulillah.. Hasil Dari Tindakan nya Itu berhasil. Ada reaksi Baik dari Mata Bima. Jadinya Bima terhindar dari Kebutaan. Tapi Efek samping nya adalah Dia Harus memakai Kacamata. Mulai pakai kaca mata di usia 18 bln. . . . Sekali Lagi Mama Thia Ingatkan… Jangan Tunda Melakukan Screening Untuk Yang Punya #BayiPrematur di 40 Minggu Pertama setelah kelahiran nya. Sebelum Menyesal. . . Semoga Banyak #PejuangNicu yang Bisa Melalui Masa Perjuangan nya Dengan Baik. Dan Bertumbuh Kembang dengan Sehat dan ceria. 😍 . . SELAMAT HARI PREMATUR SEDUNIA #worldprematurityday . . #BimadanKacamata #KenapaBimaPakaiKacamata

A post shared by TatjanadanBima Official (@tatjanadanbima) on Nov 16, 2019 at 6:20pm PST

 

"Apa Itu AP ROP (Retinopati posterior agresif prematuritas (AP-ROP) adalah bentuk ROP yang parah dan langka yang ditandai dengan perkembangan cepat ke stadium lanjut dengan neovaskularisasi datar di zona 1 atau zona 2 . Sebelumnya, AP-ROP disebut sbgROP tipe II atau ROP tipe terburu-buru," tulis Cynthia.

Ia juga menambahkan karakteristik AP ROP. "Jenis penyakit mata ini memiliki karakteristik sebagai berikut:lokasi posterior lebih; perkembangan pesat, daripada melalui tahap klasik 1–5; dan prognosis buruk meskipun terapi dini. AP-ROP umumnya terjadi pada bayi prematur (usia kehamilan [GA] <28 minggu) dan BBLR (<1.000 g)," sambungnya.

Segera mengetahui diagnosis tersebut, Bima langsung mendapat tindakan khusus dari dokter ahli mata. Karena jika terlambat ditangani, risikonya adalah kebutaan.

"Alhamdulillah.. Hasil Dari Tindakan nya Itu berhasil. Ada reaksi Baik dari Mata Bima.
Jadinya Bima terhindar dari Kebutaan.
Tapi Efek samping nya adalah Dia Harus memakai Kacamata. Mulai pakai kaca mata di usia 18 bln," terang Cynthia.

Cynthia juga tak lupa mengingatkan para orang tua dengan anak prematur untuk meminta para tim medis melakukan screening pada bayi mereka. Sebabnya, bayi prematur terlahir dengan organ-organ tubuh yang belum sempurna.

View this post on Instagram

SCREENING…!!! . . Bila Mama Dan Papa sekarang Sedang Ada dalam Situasi Mempunyai Anak Terlahir dalam Keadaan #PREMATUR Jangan Ragu Untuk Mengingatkan atau meminta Kepada Dokter/Tim medis Untuk Men-SCREENING Bayi premie kita. . 40 minggu Pertama Adalah MOMENT PENTING nya. Semakin Cepat Di Lakukan SCREENING akan Menjadi Langkah terbaik Untuk Bisa kita menemukan Solusi Yang Tepat untuk anak Kita. . #BayiPrematur kita adalah Bayi yang terlahir Dengan Kondisi Organ Organ di dalam nya Belum Sempurna, istilah Awam nya 'Belum Matang'. Dengan Kondisi Itu Pastilah Harus Di lakukan tindakan untuk "Membantu" mereka menjadi Kuat dan bisa Mengoptimalkan Fungsi Organ tubuh nya. . Jangan Sampai menyesal… Bila Tidak melewati Proses Screening Yang Baik. InsyaAllah Bila Campur Tangan ALLAH yang memberikan Energi NYA melalui Tangan Dokter dan Tim Medis. Anak anak #PejuangNicu Kita akan Bisa Melalui Ujian ini. . . SELAMAT HARI PREMATUR SEDUNIA #WorldPrematurityDay . . . #tatjanadanbimathrowback

A post shared by TatjanadanBima Official (@tatjanadanbima) on Nov 16, 2019 at 5:01pm PST

"40 minggu Pertama Adalah MOMENT PENTING nya. Semakin Cepat Di Lakukan SCREENING akan Menjadi Langkah terbaik Untuk Bisa kita menemukan Solusi Yang Tepat untuk anak Kita," tulisnya.

(yuri)

Artikel Asli