Curhat Indra Bruggman yang Miris dengan Kualitas Sinetron Saat ini

kumparan Dipublikasikan 03.59, 22/11/2019 • Anissa Sadino

Indra Bruggman adalah salah satu aktor yang populer di akhir '90-an. Namanya melejit setelah ia bermain dalam sinetron 'Jinny Oh Jinny' yang tayang tahun 1997 sampai 2003.

Saat ini, pria kelahiran 8 Mei 1981 itu tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari bisnis, membuat konten untuk channel YouTube-nya, hingga menjadi bintang tamu program televisi.

Beberapa waktu lalu, pria berumur 38 tahun ini kembali syuting sinetron stripping. Kendati demikian, ia memutuskan untuk berhenti.

Indra Bruggman saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (21/11). Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

"Ternyata, keadaannya (sinetron) tidak lebih baik lagi. Jadi, agak malas-malasan syutingnya dan enggak semangat. Karena 'kan kalau kerja bukan hanya mengejar material, tapi ada kepuasan dalam bekerja. Nah, di situ saya enggak menemukan kepuasan, malah keterpaksaan," kata Indra Bruggman saat dijumpai di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ia merasa miris dengan kualitas sinetron saat ini. Ia menduga, hal tersebut disebabkan karena adanya tuntutan untuk mendapat rating yang tinggi.

"Kadang karakternya sering berubah-ubah, ceritanya sering berubah-ubah. Cenderung ngawur dan sulit diprediksi. Karena ikutin rating, menit ke berapa yang bagus di situ, adeganmya dibanyakin. Jadi, sebagai pemain, agak sibuk. Kebingungan saja, sih," jelasnya.

Indra L. Bruggman Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan

Oleh karena itu, ia menyayangkan kondisi dunia sinetron saat ini. Menurutnya, dengan kualitas yang seperti itu, tidak heran jika penonton beralih ke serial drama Korea.

"Malah mereka sering nonton sinetron drama Korea, bahkan. Ceritanya lebih berarah, enak untuk dilihat, dan visualnya bagus. Karena di situ mereka mempersiapkan serialnya secara matang. Ya, enggak seperti kita terburu-buru yang kebanyakan ini," ujarnya.

Di mata Indra Bruggman, dulu, saat dia masih aktif bermain sinetron, persiapannya cukup panjang. Pengerjaannya pun lebih detail, berbeda dengan sinetron sekarang yang digarap buru-buru. Bahkan, orang-orang yang menggarap, kata Indra, sebenarnya tidak mampu melakukannya.

Indra Bruggman. Foto: Munady Widjaja

"Kalau sekarang, jarang dapat sutradara bagus yang ngarahin dari scene kescene. Kalau sekarang, kita komplain skenario bahwa ada terjadi kesalahan, mereka cuek saja. Mereka saja enggak mau dengerin masukan. Karena sudah ketakutan, ya, masa bodoh saja, yang penting lo kerja," ungkap pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, ini.

Banyak sinetron stripping di industri hiburan Indonesia, makin bertambah pula pemain-pemainnya. Saat ini, banyak sekali aktor dan aktris muda di dunia hiburan.

Menurut Indra Bruggman, hal itu adalah sesuatu yang positif. Dunia sinetron jadi ramai, dan memotivasi Indra untuk memberikan penampilan terbaiknya sebagai seorang aktor.

Meski demikian, dia tidak merasa tersaingi oleh mereka yang lebih muda. Dia percaya diri dengan kemampuannya dan porsi rezekinya.

"Tidak ada merasa tersaingi atau merasa terancam dengan kehadiran mereka. Justru kalau saya, sih, kadang-kadang saya lihatin Instagram mereka, sayafollow juga gitu artis baru, pengin tahu mereka ngapain saja. Karena kita sebagai pemain lama, harus tahu bahwa perkembangan-perkembangan dunia entertainment sekarang ini seperti apa," kata Indra.

Indra Bruggman pun berpesan pada aktor dan aktris baru untuk terus belajar. Meski aktivitas sudah dipermudah dengan kehadiran media sosial, mereka harus bijak dalam menggunakannya.

"Sebagai public figure, apa yang kita ucapkan, apa yang kita bentuk, akan diikuti orang banyak. Jangan sampai itu menjadi sesuatu yang negatif untuk orang lain atau untuk dirinya sendiri sebagai public figure," pungkasnya.

Artikel Asli