Covid-19 di Jakarta Terus Melojak, PDI-P Minta Anies Lihat Langsung Ketidakpatuhan Warga

Kompas.com Dipublikasikan 14.22, 09/08 • Jimmy Ramadhan Azhari
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD Fraksi DPRD Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk terjun mengedukasi masyarakat terkait Covid-19.

Pasalnya, selama kebijakan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) transisi, ibu kota terus memecahkan rekor jumlah penambahan pasien Covid-19 per harinya.

"Kebijakan PSBB transisi saya katakan gagal, karena masyarakat tidak melakukan kebiasaan baru, tapi ke kebiasaan biasanya. Alasannya karena tidak dijaga," kata Gilbert saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Penyebab dari gagalnya PSBB transisi ini ialah kurangnya pengawasan di lapangan khususnya permukiman padat penduduk, rumah, dan pasar tradisional.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Kurangnya jumlah Satpol PP DKI Jakarta yang mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan juga menjadi salah satu penyebab kurangnya kesadaran warga.

Oleh karena itu, ia meminta Anies melihat sendiri masalah yang terjadi di masyarakat sehingga terjadinya ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Saat ini kami butuh pemimpin yang turun ke lapangan, ketika dia enggak turun ke lapangan, apa yang mau dipatuhi sama masyawakat," ujar Gilbert.

Dengan melihat langsung masalah tersebut, barulah Anies bisa mengambil kebijakan terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Adapun kemarin, Jakarta kembali mencatatkan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi kemarin, Sabtu (8/8/2020) dengan 721 kasus baru. Positivity rate dari total warga yang menjalani tes usap atau swab test pun sangat tinggi, yakni 7,4 persen.

Dengan begitu, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga Sabtu (8/8/2020) adalah 25.242 orang.

Dari jumlah tersebut, 15.710 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 934 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6.914 spesimen.

Penulis: Jimmy Ramadhan AzhariEditor: Sabrina Asril

Artikel Asli