Covid-19 Tertinggi Nasional, Khofifah "Gagal" Bahagiakan Jokowi

Medcom.id Dipublikasikan 12.16, 02/07 • https://www.medcom.id
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Medcom.id/Amal)

Surabaya: Presiden Joko Widodo memberi waktu dua minggu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, untuk menekan kasus covid-19. Namun target itu sepertinya sulit terwujud, mengingat kasus covid-19 di Jatim terus merangkak naik.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memantau langsung perkembangan kasus covid-19 di Surabaya, Kamis, 25 Juni 2020. Hingga tujuh hari setelah kedatangannya ke Jatim, bukannya menurun, kasus covid-19 justru naik signifikan.

Sehari setelah kunjungan Jokowi ke Jatim, Jumat, 26 Juni 2020, kasus covid-19 di Jatim bertambah 356 menjadi 10.901 orang. Angka tersebut menjadi tertinggi secara nasional. Melebihi kasus covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 10.796 orang.

Kemudian kasus covid-19 di Jatim kembali bertambah 299 menjadi 11.170 orang per Sabtu, 27 Juni 2020. Lalu kembali bertambah 241 menjadi 11.482 orang pada Minggu, 28 Juni 2020. Kemudian bertambah 240 menjadi 11.795 orang per Senin, 29 Juni 2020.

Penambahan kasus covid-19 di Jatim mengalami peningkatan signifikan sebanyak 389 menjadi 12.118 orang per Selasa, 30 Juni 2020. Namun, kasus covid-19 di Jatim menurun signifikan dengan tambahan 185 menjadi 12.321 per Rabu, 1 Juli 2020. Meski menurun, Jatim masih tertinggi secara nasional.

Hari ini, Kamis, 2 Juli 2020, tepat hari ketujuh setelah Jokowi berkunjung ke Jatim. Belum ada kabar baik terkait kasus covid-19 di Jatim. Tercatat ada penambahan signifikan, yakni 374 menjadi 12.695 orang.

 

Menguji janji Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan mengerahkan upaya dan usaha sekuat tenaga untuk menekan kasus covid-19 di Jatim dalam dua minggu. Sedikitnya ada enam langkah yang dilakukan Khofifah bersama Gugus Tugas Covid-19 Jatim serta Gugus Tugas Covid-19 di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik).

"Pertama adalah membentuk Tim Gabungan Surabaya Raya. Diharapkan ada sharing sumber daya dan komitmen yang terukur," kata Khofifah, sehari setelah menerima kunjungan Presiden Jokowi ke Surabaya, Sabtu, 27 Juni 2020.

Langkah selanjutnya, yakni memasifkan tes, pelacakan (tracing), isolasi, hingga treatment dengan jumlah yang lebih banyak. Caranya, dengan menerjunkan Tim Gabungan Covid-19 Hunter Dinkes lokal, khususnya di kluster utama Surabaya Raya.

Baca: Khofifah Bersyukur Kota Madiun Jadi Zona Hijau Pertama

Lebih lanjut, kata Khofifah, memaksimalkan mesin PCR yang ada di Jatim dengan kapasitas total 2.250 tes/hari. Ia menarget melakukan tes 13.500 spesimen dalam seminggu. Kemudian, tracing minimal 20 orang per kasus positif dan penyediaan ruang isolasi yang lebih besar supaya isolasi menjadi nyaman, dalam hal ini keberadaan RS Darurat bisa dioptimalkan. 

Kemudian memperluas sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen mulai ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, pelaku usaha, dan elemen strategis lainnya. Utamanya terkait pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Langkah ini terus dilakukan Khofifah di pusat-pusat keramaian seperti pasar, mal, utamanya di Surabaya Raya. Tujuannya agar masyarakat terbiasa menggunakan masker. "Ini penting kita lakukan karena riset membuktikan bahwa bila 60 persen populasi menggunakan masker kain maka rate of transmission (Rt) bisa di bawah satu dan kurva bisa turun," kata mantan Menteri Sosial (Mensos) ini. 

Berikutnya, lanjut Khofifah, pentingnya rencana untuk membendung rumah sakit yang overload. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas yang dapat menyebabkan meningkatnya kematian. Maka itu, harus ada relaksasi bagi tenaga kesehatan yang sudah mulai exhausted dalam promotif, preventif, kuratif dan tracing. 

"Pada saat yang sama kami juga harus terus melakukan intervensi dampak sosial ekonomi akibat covid-19. Karenanya, bantuan dan support dari pemerintah pusat masih sangat kami butuhkan," kata Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah bersama Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, juga telah menyiapkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau one gate system. Aplikasi ini untuk mempercepat penanganan covid-19 di Jatim dan membantu mengurangi angka kematian akibat terlambat dirujuk atau kamar yang overload.

Salah satu poin penting dalam aplikasi ini, kata Khofifah, adalah adanya pusat komando 24 jam yang dipusatkan di Rumah Sakit Darurat Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura Surabaya. Nantinya, petugas pusat komando akan mengarahkan pasien covid-19 ke RS-RS rujukan berdasarkan tingkat resikonya, serta mencari dan memastikan ketersediaan kasur dan kamar bagi pasien. 

"Ini menjadi bagian yang sangat penting, yakni pengintegrasian lewat one gate system ini," katanya.

Artikel Asli