Covid-19 Belum Terkendali, Terlalu Gegabah Bersiap New Normal

Merdeka.com Dipublikasikan 02.36, 25/05

                Tes Covid-19 di Pasar Klender. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
“New normal itu sesuatu yang biasa dan memang harus dipersiapkan, tetapi memang timingnya harus dilihat baik-baik. Kalau sekarang terlalu gegabah,” kata Hermawan saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/5).

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, langkah pemerintah pusat mewacanakan new normal di tengah kasus positif Covid-19 meningkat tidak tepat. Seharusnya, pemerintah pusat tetap menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara menyeluruh dan ketat.

"New normal itu sesuatu yang biasa dan memang harus dipersiapkan, tetapi memang timingnya harus dilihat baik-baik. Kalau sekarang terlalu gegabah," kata Hermawan saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/5).

Data per 24 Mei 2020, kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan sebanyak 526.
Sehingga secara akumulatif ada 22.271 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Kasus meninggal karena Covid-19 juga bertambah, yakni sebanyak 21. Dengan demikian, total kasus meninggal naik menjadi 1.372.

Menurut Hermawan, peningkatan jumlah kasus ini menunjukkan bahwa Indonesia belum bisa menerapkan new normal. Apalagi, Indonesia belum melewati titik krusial atau puncak pandemi Covid-19.

"Jadi wacana new normal itu hanya akan efektif bila pada kasus yang sudah berhasil terlewati atau terkendali dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat bersiap menjalani new normal atau kehidupan normal yang baru. Dengan kondisi ini, masyarakat dapat kembali hidup normal namun harus menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Bapak Presiden juga menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru. Di mana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya," kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5).

Artikel Asli