Courtois, Raksasa Rapuh Milik Real Madrid

CNN Indonesia Dipublikasikan 10.12, 19/09/2019 • CNN Indonesia

Real Madrid merekrut Thibaut Courtois dan berharap kiper asal Belgia tersebut jadi tembok tangguh di lini belakang. Namun yang terjadi di lapangan justru bertolak belakang.

Real Madrid merekrut Courtois dari Chelsea pada 2018. Saat itu, Courtois adalah salah satu kiper terbaik di dunia. Performa Courtois di Chelsea membuat Real Madrid berminat merekrutnya.

Kehilangan Zinedine Zidane dan Ronaldo secara bersamaan membuat kekuatan Real Madrid berkurang drastis. Courtois pun tak sanggup mengangkat performa Real Madrid.

Thibaut Courtois dua kali dibobol oleh Angel Di Maria pada laga Liga Champions.

Thibaut Courtois dua kali dibobol oleh Angel Di Maria pada laga Liga Champions. (Foto: AP Photo/Francois Mori) Setelah musim berganti dan Zidane kembali, Courtois juga ternyata belum mampu menghadirkan kenyamanan di lini belakang Real Madrid. Courtois selalu kebobolan di empat laga La Liga dan hal itu turut membuat Real Madrid dua kali harus puas dengan hasil imbang.

Puncak performa buruk Courtois ada pada laga lawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes. Courtois tiga kali kebobolan dan Los Blancos kalah 0-3 di akhir pertandingan.

Dikutip dari ESPN, Courtois sudah kebobolan 57 gol dari 40 laga yang dijalani bersama Real Madrid. Catatan tersebut tidak menunjukkan kualitas Courtois sebagai kiper papan atas.

Sejak bulan Februari, Courtois bahkan tidak mampu menciptakan clean sheet saat mengawal gawang Real Madrid.

Courtois, Raksasa Rapuh Milik Real Madrid

Statistik tersebut membuat Real Madrid dalam masalah besar. Pasalnya, Real Madrid sendiri sudah melepas Keylor Navas ke Paris Saint-Germain.

Artikel Asli