Co-CEO Gojek mengaku sedih ditinggal Nadiem Makarim jadi Mendikbud

Kontan.co.id Dipublikasikan 07.04, 23/10/2019 • Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan rintisan (startup) unicorn Gojek telah ditinggalkan pendirinya Nadiem Makarim, yang menjabat selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Indonesia Maju.

Kini, Gojek berada di bawah kepemimpinan Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo yang berbagi tugas sebagai co-CEO.  Keduanya telah menjalankan bisnis perusahaan bersama Nadiem selama beberapa tahun.

*Baca Juga: Jadi Mendikbud, ini isi surel pamitan Nadiem Makarim ke seluruh karyawan Gojek *

“Ketika seorang teman dan mentor meninggalkan usaha yang telah Anda bangun bersama, tentu akan ada kesedihan. Tetapi kami berdua bertekad bahwa Gojek ke depan akan semakin kuat. Kami akan terus fokus untuk mencapai visi Gojek 10 tahun ke depan,” ujar Kevin dan Andre melalui pernyataan bersamanya, Rabu (23/10).

Kevin dan Andre mempunyai tugas dengan fokus memperkuat jalannya Gojek di jalur keberlanjutan jangka panjang.   

“Gojek telah meningkatkan taraf hidup banyak orang di Indonesia dan di Asia Tenggara. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa perusahaan ini dapat terus memberikan manfaat positif untuk masa mendatang sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia,” ujar keduanya.

*Baca Juga: Kata 'Mendkibud' menjadi trending topic urutan teratas di Twitter *

Asal tahu, di bawah kepemimpinan Andre dan Kevin, Gojek telah tumbuh pesat dengan memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun.

Proses pengumpulan dana (fundraising) Gojek juga telah menarik perhatian perusahaan global papan atas seperti Google, Sequoia, Tencent, Mitsubishi, hingga Temasek serta Astra International sebagai salah satu investor lokal.

Bahkan, pendanaan Seri F terakhir yang telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$2 Miliar. Tidak hanya itu, Gojek juga telah berekspansi dengan meluncurkan layanan di Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sedangkan di tanah air, Gojek menjadi aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan, di mana layanan pesan-antar makanan dan pembayarannya telah menggantikan layanan transportasi sebagai usaha paling besar saat ini di grup Gojek.

*Baca Juga: Mitra Ojol: Kami bangga Nadiem Makarim jadi menteri *

Dalam struktur baru, Andre akan fokus pada pengembangan strategi korporasi, meliputi pengelolaan alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan jasa keuangan.

Kevin akan fokus pada pengembangan produk  Gojek serta pemasaran, pengembangan organisasi dan juga bisnis ridehailing dan pesan-antar makanan.

Kevin telah memegang peran kepemimpinan yang signifikan di seluruh tim produk dan fungsional dalam organisasi Gojek.

*Baca Juga: Indonesia president names Gojek co-founder as education minister *

Dengan latar belakang Business Intelligence, Kevin memelopori penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan di Gojek, khususnya untuk mendorong optimalisasi dan pertumbuhan layanan seperti ride-hailing, pesan-antar makanan, dan platform mitra driver.

Selain itu, Kevin juga memegang tanggung jawab strategis, bekerja sama dengan berbagai tim seperti manajemen produk dan pemasaran. Sebelum bergabung dengan Gojek, Kevin bekerja di Zalora Indonesia, Merah Putih Inc dan Salem Partners.

Demikian pula dengan Andre yang memiliki peranan penting dan strategis dalam membangun pondasi yang kuat untuk pertumbuhan pesat Gojek.

*Baca Juga: Sempat hits karena diberhentikan IDI, Terawan kini menjadi Menteri Kesehatan *

Dia telah memimpin penggalangan dana yang mencapai lebih dari US$4 miliar, menarik investor kunci seperti Google, Tencent, KKR dan Warburg Pincus untuk turut berinvestasi.

Andre juga dinilai sukses dalam membangun strategi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Sebelum bergabung dengan Gojek, Andre adalah Direktur Eksekutif di Northstar Group - private equity fund terbesar di Indonesia, dan sebelumnya menjabat Head of Corporate Finance di Delta Dunia Makmur.

Artikel Asli