Citra BUMN Buruk karena Korupsi, Erick Thohir: Sudah Waktunya Bersih-bersih

Suara.com Dipublikasikan 01.57, 24/10/2019 • Iwan Supriyatna
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Erick Thohir telah resmi menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nantinya, Mantan Presiden Klub Inter Milan itu mengkomandokan perusahaan-perusahan BUMN.

Seperti keinginan Jokowi agar Menteri-menteri bisa menangkal aksi korupsi. Lantas, apakah Erick Thohir akan mampu mewujudkan mimpi Jokowi terkait korupsi tersebut?

Menjawab hal tersebut, Erick Thohir tak secara gamblang menyatakan ingin bersih-bersih BUMN. Tapi dia menyebut, bersih-bersih itu sangat perlu untuk membuat tata kelola BUMN semakin baik.

"Alhamdulillah telah berikan suatu yang lebih buat saya, ya mungkin sudah waktunya saya juga bersih-bersih. Hal ini penting, karena saya tidak mau good corporate governance di BUMN hanya sebuah lift service, sudah banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi yang saya rasa kurang baik buat citra BUMN lah," kata Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019) kemarin.

Kendati demikian ketika ditanya soal perombakan direksi, Erick Thohir mengaku masih mikir-mikir. Yang pasti, ia akan melakukan evaluasi terhadap semua kinerja perusahaan BUMN.

"Pasti sudah seyogyanya saya baru disini pasti saya evaluasi total, baik mengenai kinerja, managemen, tanpa ada prasangka-prasangka. Jadi engga bisa mengevaluasi itu karena ada sesuatu nggak lah, kita mau profesional, mau bikin iklim yang baik dan sehat lah," tutur dia.

Erick Thohir diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno.

Artikel Asli