Ciri-ciri Seseorang Hiperseks yang Perlu Diwaspadai

Tagar.id Dipublikasikan 00.03, 11/08
Ciri-ciri Seseorang Hiperseks yang Perlu Diwaspadai

Jakarta - Seseorang yang memiliki kecanduan seks atau sering disebut hiperseks tentu kondisi ini tidak baik untuk kesehatan mental dan psikologis. Mereka yang mengalami kondisi ini pasti memberikan tanda atau ciri-ciri yang bisa dilihat oleh mata. 

Dokter sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, mengatakan seseorang yang maniak seks atau hiperseks biasanya mengalami kesulitan untuk mengendalikan hasrat dan tindakan yang berbau seksual. 

"Misalnya masturbasi, melakukan hubungan seks, hingga menonton film porno," katanya melalui channel Youtube Dokter 24, seperti Dikutip Tagar, Senin, 10 Agustus 2020.

Ciri-ciri maniak seks yang bisa terlihat dari pasangan yaitu pertama, mereka sering sekali meminta melakukan hubungan seksual dengan intens dan terus menerus dan kadang bersifat memaksa. 

Kedua, pengidap hiperseks biasanya suka membaca atau melihat gambar porno atau erotis. "Atau melihat gambar yang netral dan diartikan ke arah porno," ujar dr. Silvia.

Selain itu, tanda-tanda hiperseks juga bisa diketahui pada saat melakukan hubungan seksual bersama pasangan. "Gerakan yang dilakukan kadang cenderung abnormal dan mengikuti fantasinya," tutur dr. Silvia.

Meski sebelumnya sudah berhubungan seksual, seseorang yang masih masturbasi juga bisa dianggap mengalami hiperseks. Selanjutnya, pengidap hiperseks juga cenderung bersikap agresif atau tidak malu-malu di depan lawan jenisnya.

kata dokter Silvia, pasangan yang hiperseks biasanya selalu marah ketika ajakan untuk berhubungan intim ditolak. "Setiap memiliki masalah maka akan berhubungan seksual untuk melarikan diri dari masalah," kata dia.

Jika sudah berlebihan atau ekstrem, bukan tidak mungkin orang hiperseks bisa terlibat oleh tindakan kriminal yang berbau seksual. Jadi bila tanda-tanda tersebut ada pada pasangan, sebaiknya Anda membicarakannya secara langsung dengan pendekatan dan cara berkomunikasi yang halus. "Jangan menuduh, karena ini sesuatu yang sensitif," tutur dokter Silvia.

Bila kondisi tersebut terus terjadi dan tidak berkurang, alangkah baiknya Anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter atau psikolog dan mengikuti terapi guna mengurangi kecanduan seksual. 

"Sehingga Anda dan pasangan bisa menikmati kegiatan seksual dengan sehat dan menyenangkan," kata dr. Silvia. []

Baca Juga:

  • Amankah Mencukur Rambut Kemaluan Saat Hamil?
  • Cara Mengatasi Vagina Sakit Saat Berhubungan Seksual
Artikel Asli