Cinta Tak Terbalas, Pria Ini Bunuh Perawat dan Coba Cumbui Mayatnya

SINDOnews Dipublikasikan 16.27, 18/09/2019 • Muhaimin
Cinta Tak Terbalas, Pria Ini Bunuh Perawat dan Coba Cumbui Mayatnya
Boh Soon Ho, 51, (kiri), pria Malaysia yang membunuh perawat asal China, Zhang Huaxiang, di Singapura. Foto/The Straits Times/The Star

SINGAPURA - Seorang pria Malaysia diadili di pengadilan Singapura atas tuduhan membunuh seorang perawat perempuan dan mencoba untuk berhubungan seks dengan mayat korban. Jaksa mengatakan, terdakwa membunuh korban karena cintanya tak terbalas.

Terdakwa, Boh Soon Ho, 51, diadili pada hari Rabu (18/9/2019) atas tuduhan pembunuhan, percobaan mencumbui mayat dan perampokan.

Menurut dokumen yang dibacakan di awal penuntutan, tiga tahun lalu Boh menguntit korban yang dia anggap sebagai kekasihnya dan melihatnya dengan pria lain. Boh marah karena cemburu.

Boh mengajak korban berhubungan seks, namun korban menolak. Sebaliknya, dia semakin marah ketika mendengar tentang kedekatan korban dengan pria lain. Boh yang tercatat sebagai penduduk tetap Singapura mencekik perawat berusia 28 tahun itu dengan handuk di flatnya.

Dia kemudian menelanjangi diri, menelanjangi korban, mengambil foto telanjang korban dan mencoba berhubungan seks dengan mayat korban. Namun, menurut jaksa penuntut, terdakwa tidak dapat mempertahankan ereksinya.

Setelah membunuh, terdakwa melarikan diri ke Malaysia sampai akhirnya ditangkap oleh Kepolisian Diraja Malaysia pada awal April 2016 dan dibawa kembali ke Singapura.

Pengadilan mendengar kesaksian bahwa Boh berkenalan dengan korban, seorang warga negara China bernama Zhang Huaxiang, antara tahun 2011 dan 2012 ketika mereka berdua bekerja paruh waktu sebagai staf kantin di Marina Bay Sands Resort.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Wong Kok Weng mengatakan, meskipun Boh menganggap Zhang sebagai kekasihnya. Hanya saja, perempuan itu tidak membalas cintanya dan mereka tidak pernah berhubungan intim.

Menurutnya, keduanya kerap pergi berbelanja dan makan bersama. Namun, korban mulai menolak undangannya untuk pergi pada awal Maret 2016. Sejak itu, Boh menjadi curiga.

Merasa bahwa Zhang menjauhkan diri darinya, Boh pergi ke flat korban untuk memata-matai empat sampai lima kali. Boh melihatnya pergi dengan seorang pria dengan taksi pada 18 Maret 2016.

Beberapa hari kemudian, Boh mengatur makan steamboat dengan Zhang di flat yang disewanya.

Menurut pihak jaksa, setelah makan siang pada 21 Maret 2016, Boh pergi ke kamar dan melihat Zhang menyisir rambut di depan cermin. Boh menyampaikan keinginannya untuk berhubungan seks.

Boh memeluk Zhang dari belakang dan mengatakan padanya bahwa dia ingin bercinta dengannya. Tapi, perempuan itu memarahinya dalam bahasa Mandarin dan beteriak; "gila, pergi!"

Ketika Boh mencoba mencium Zhang, perempuan itu mengatakan kepadanya bahwa dia akan menggigit lidahnya dan berteriak minta tolong.

Selama perkelahian itu, Boh bertanya tentang pria bernama Tian Meng yang dia lihat pernah berjalan dan bahkan berhubungan intim dengan Zhang. Zhang pun menjawab bahwa pria itu adalah mantan pacarnya dari China, dan mengatakan normal baginya untuk berhubungan intim dengan mantan pacar.

Boh marah dengan jawaban itu dan ingin membunuh Zhang. Menurut dokumen tuntutan jaksa, Boh melingkarkan handuk di leher Zhang dari belakang, mengejutkannya, dan mencekiknya.

Ketika tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari korban, Boh melepaskan cengkeramannya dan mendekatkan tubuh korban ke wajahnya. Dia mengamati wajah korban telah berubah agak hitam.

Meskipun demikian, Boh masih ingin memuaskan hasrat seksualnya pada korban yang telah tewas.

"Sekarang korban sudah meninggal, dia tidak bisa lagi melawannya dan dia bisa melakukan padanya apa yang dia inginkan sebelumnya," kata jaksa, seperti dikutip Channel News Asia. "Dia mengatakan pada dirinya sendiri; 'Sejak (dia) meninggal dan saya belum pernah melihatnya telanjang sebelumnya, saya harus membuka pakaiannya'," kata jaksa mengutip pengakuan terdakwa.

Boh kemudian menanggalkan pakaiannya dan melepas pakaian korban sebelum mengambil enam sampai tujuh foto tubuh telanjangnya dan menjilati tubuh korban.

Dia, kata jaksa, kemudian mencoba berhubungan seks dengan mayat korban, tetapi tidak dapat mempertahankan ereksinya. Setelah itu, terdakwa membuat rencana untuk melarikan diri dari Singapura, dengan memeriksa barang-barang korban, mencuri telepon seluler dan uang tunai korban sebesar SD50.

Dia berencana untuk menyingkirkan jenazah korban dengan menyembunyikannya di kopernya dan membuangnya di semak-semak. Namun, dia menyadari bahwa dirinya tidak bisa menekuk tubuh korban.

Dia juga mempertimbangkan untuk memutilasi tubuh korban, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya dan meninggalkan tubuh korban di kamar flat.

Dia kemudian melarikan diri ke Malaysia dan tiba di rumah adik perempuannya di Melaka, di mana dia mengaku telah membunuh seseorang di Singapura, dan mayatnya masih di kamar flatnya.

Pemilik flat di Singapura menemukan mayat korban di tempat tidur Boh pada 22 Maret 2016 dan menghubungi polisi. Boh ditangkap oleh polisi Malaysia pada 4 April 2016 dan dibawa kembali ke Singapura pada hari berikutnya.

Artikel Asli