China Terbuka: Tontowi/Winny Kandaskan Ganda Malaysia

kumparan Dipublikasikan 12.35, 19/09/2019 • Marini Dewi Anggitya Saragih
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Jika laga babak pertama saja tidak berjalan mudah bagi Tontowi Ahmad/Winny Oktavina, jangan berpikir muluk-muluk duel babak kedua bakal berjalan mulus.

Lagi pula, yang menjadi lawan adalah ganda campuran andalan Malaysia sekaligus unggulan kelima turnamen, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Jika Daud bisa mengalahkan Goliat, Tontowi/Winny bukannya tidak mungkin mengalahkan Soon/Ying. Kemungkinan yang barangkali tidak seberapa itu dimanfaatkan sekuat-kuatnya oleh Tontowi/Winny di atas Court 2 Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China.

Tontowi/Winny melangkah ke perempat final China Terbuka 2019. Kemenangan 17-21, 23-21, 21-18 atas Soon/Ying memastikan Indonesia belum kehilangan wakilnya di sektor ganda campuran.

Duel ketat khas ganda campuran sudah menjadi warna sejak gim pertama dimulai. Ini ditandai dengan kedudukan imbang, mulai dari 1-1 hingga 4-4.

Usai membukukan keunggulan tipis 5-4, Soon/Ying melebarkan jarak. Torehan keenam itu didapat berkat dropshot Ying yang tidak bisa diantisipasi oleh Winny.

Namun, permainan Soon/Ying juga tidak superior, setidaknya sebelum interval. Mereka tetap membuat kesalahan, seperti membenturkan shuttlecock ke net meski sedang tidak dalam tekanan. Kondisi itu membuat Tontowi/Winny memangkas jarak menjadi 6-7.

Dalam kedudukan 7-8, Owi/Winny melakoni reli sengit. Tontowi mengambil posisi di area depan, sementara Winny bersiaga di sektor belakang. Tontowi sebenarnya tidak tampil buruk.

Ia mampu mengamankan area kanan yang disasar oleh Soon/Ying. Namun, reli itu ditutup dengan selebrasi Soon/Ying karena Tontowi tersungkur ketika berusaha menyambut shuttlecock.

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan) dan Winny Oktavina Kandow (kiri). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Keunggulan 11-10 di interval menjadi milik Soon/Ying. Poin ke-11 tadi direngkuh ganda campuran Malaysia ini dengan penuh gaya. Soon melancarkan tubian smash ke sudut kiri lapangan.

Awalnya, serangan ini masih bisa diantisipasi Winny. Namun, lama kelamaan pertahanannya runtuh juga.

Serangan-serangan pendek digunakan Tontowi/Winny untuk merespons permainan Soon/Ying usai interval. Tidak semuanya berhasil, sih. Namun tidak mengecewakan juga. Poin penyama kedudukan 12-12 didapat dengan skema seperti itu.

Dengan tangkas Winny mengembalikan pukulan lob lawan via dropshot. Shuttlecock masih bisa digapai Soon. Namun, ia kehilangan kendali sehingga shuttlecock terpental ke luar lapangan.

Sayangnya, skema mirip digunakan oleh lawan saat Tontowi/Winny unggul 14-13. Ying melepaskan smash yang menyasar Winny dan menutup reli dengan skor 14-14.

Kecenderungan Soon/Ying melakukan eror menjadi penolong bagi Tontowi/Winny. Misalnya dalam perolehan 16-15. Soon /Ying yang sedang dalam mode menyerang justru gigit jari karena shuttlecock menabrak net.

Manuver defensif Tontowi/Winny adalah persoalan yang mesti segera dibenahi. Jika tidak, akan terus menerus menjadi senjata makan tuan.

Soon/Ying membukukan game point 20-16 lewat skenario itu. Ying melancarkan serangan yang awalnya masih bisa ditangkal oleh Winny lewat pukulan backhand. Sayangnya, angka tetap melayang ke tangan Soon/Ying karena aksi defensif Winny membenturkan shuttlecock ke net.

Pun demikian dengan poin kemenangan Soon/Ying. Tontowi/Winny masih bisa mendapatkan satu angka lagi.

Namun, begitu pengembalian Tontowi yang juga dibuat dengan pukulan backhand tidak sanggup mengangkat shuttlecock ke bidang permainan lawan, Soon/Ying mengunci kemenangan 21-17 di gim pertama.

Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Keunggulan 7-3 adalah ganjaran bagi Soon/Ying yang mengawali gim kedua dengan intensitas tinggi. Dalam kedudukan ini, Tontowi/Winny punya peluang untuk memangkas jarak. Adu reli sempat dilakoni dengan impresif.

Persoalannya adalah kepekaan Ying untuk merubuhkan pertahanan lawan. Winny yang tampil agresif dalam menyerang diserang dengan tubian smash. Keputusan ini tidak berakhir buntung. Soon/Ying memperlebar keunggulan menjadi 8-3.

Tontowi/Winny bangkit usai interval. Tertinggal 7-12, mereka merapatkan jarak menjadi 11-12. Tak sampai di situ. Pengembalian Soon yang terlampau berenergi menjadi kawan yang mengantarkan poin untuk Tontowi/Winny. Kesalahan lawan ini memampukan Tontowi/Winny mengimbangi 13-13.

Yang membuat geregetan adalah kesalahan individu Tontowi/Winny yang tidak beres-beres. Unggul satu poin, lawan berhasil menyamakan kedudukan karena eror. Yang paling sering adalah kegagalan menyeberangkan shuttlecock ke net.

Kalau sudah begini, yang untung adalah Soon/Ying. Meski tidak unggul banyak, mereka berulang kali mampu mengejar ketertinggalan, mulai dari 13-14 hingga 17-14.

Asa itu belum padam. Lewat smash menghentak, Tontowi menyumbang poin penyama kedudukan 17-17 untuk timnya. Pun saat menyamakan kedudukan jadi 18-18. Dengan cepat Tontowi melepaskan dropshot ke celah antara posisi Soon dan Ying.

Kesalahan servis Winny memaksa laga ke deuce. Eror itu membuat Soon/Ying menyamakan kedudukan jadi 20-20. Situasi tambah genting karena dalam adu reli di kedudukan itu, Tontowi/Winny kehilangan angka karena pengembalian yang melebar.

Juru selamat dapat muncul dalam berbagai rupa. Salah satunya, kegagalan Soon dan Ying secara beruntun dalam kedudukan 21-20.

Yang pertama, pukulan tidak cukup hebat untuk menyeberangkan shuttlecock ke bidang permainan Tontowi/Winny. Kesalahan kedua muncul dalam wujud serupa, tetapi dilakukan oleh Ying.

Laga benar-benar berlanjut ke gim ketiga. Kegagalan merespons permainan depan net membuat Soon/Ying kalah 21-23 di gim kedua.

Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kebangkitan Tontowi/Winny terlihat meyakinkan sampai gim ketiga. Bahkan mereka sanggup menutup interval dengan keunggulan 11-8. Namun, Soon/Ying belum padam. Mereka berbalik unggul jadi 12-11.

Apa pun caranya, poin bisa direbut, termasuk dengan memanfaatkan kesalahan lawan. Bahkan kesalahan servis Soon mengantar Tontowi/Winny unggul lagi 14-13.

Tensi laga tidak berubah. Tontowi/Winny unggul satu angka, Soon/Ying mengejar. Saat memimpin 15-14, misalnya. Reli sengit menjadi penyebab sorak-sorai suporter Indonesia tambah ramai.

Winny tetap dipindai sebagai titik lemah. Namun, ia membuktikan bahwa manuver defensifnya bisa diandalkan. Tubian smash Soon/Ying ditangkisnya dengan pukulan backhand.

Sadar Winny tetap tangguh, Soon/Ying mengganti rencana. Mereka menyerang Tontowi dengan skema serupa. Sayangnya, pertahanan Tontowi roboh. Soon/Ying menyambut kedudukan 15-15 dengan mengacungkan tinju ke udara.

Keunggulan 18-16 dimanfaatkan Tontowi/Winny dengan cepat. Serangan lawan langsung diputus dengan smash menyilang yang dikirimkan Tontowi. Keunggulan 19-16 menjadi ganjaran bagi Tontowi/Winny.

Dua angka yang dinanti itu akhirnya datang juga, meski, yaaah... kedatangannya tidak cepat. Soon/Ying merebut satu angka. Namun, Winny membalas dengan smash yang membuat Ying melakukan eror. Match point 20-17.

Salah besar jika keunggulan itu langsung berubah wujud menjadi kemenangan. Dorongan Ying dari depan net membuat Tontowi/Winny kehilangan satu angka.

Namun, kabar baik masih berkawan dengan Tontowi/Winny. Soon melakukan kesalahan fatal ketika mengembalikan servis Winny.

Pukulannya tidak terukur sehingga cuma sanggup membenturkan shuttlecock ke net. Kemenangan 21-18 di gim ketiga memastikan Tontowi/Winny berhak berlaga di babak delapan besar pada Jumat (20/9/2019).

Torehan mayor juga didapat Indonesia di sektor ganda putri. Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ini menutup duel babak kedua dengan kemenangan. Perlawanan ganda Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, dikandaskan 21-14, 15-21, 21-18.

Artikel Asli