Chevrolet Hengkang, Mitsubishi Bakal Caplok Jaringan Dealernya?

Kompas.com Dipublikasikan 08.42, 19/11/2019 • Dio Dananjaya
Istimewa
Ilustrasi dealer Mitsubishi yang baru dibuka di Palembang

JAKARTA, KOMPAS.com – General Motor Indonesia yang menjual merek Chevrolet memastikan bakal hengkang dan tidak lagi melakukan kegiatan pemasaran di Indonesia mulai Maret 2020. Rencana ini merupakan keputusan global dengan mempertimbangkan bisnis GM di masa mendatang.

Dengan mundurnya Chevrolet, jaringan dealer yang sudah tersebar di beberapa daerah pasti akan beralih fungsi.

Muncul spekulasi Mitsubishi akan mencaplok beberapa dealer tersebut, seperti diketahui pabrikan Jepang ini tengah melakukan ekspansi dealer ke sejumlah daerah.

Sampai dengan November 2019, jumlah dealer Mitsubishi telah mencapai 145 outlet. Masih kurang 8 outlet lagi untuk mencapai target 153 dealer sampai akhir tahun fiskal 2018, Maret 2020 mendatang.

Baca juga: Dealer Mitsubishi Lenteng Agung Andalkan Xpander dan Pajero Sport

“Bisa saja (mengkonversi dealer merek lain), tapi mencaplok dealer Chevrolet sampai saat ini belum ada rencana,” ujar Setia Hariadi, Head of 3S Network Development PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (18/11/2019).

Menurut Setia, meski dimungkinkan untuk mengambil alih dealer merek lain, tapi dalam praktiknya tidak semudah itu. Karena lokasi dealer-dealer biasanya saling berdekatan, atau berada di area yang sama.

“Kecuali di kota-kota yang kami belum ada, itu ada kemungkinan. Tapi enggak semua bisa dikonversi. Pertimbangannya banyak, mulai dari jarak antara dealer, hubungan dengan dealer lamanya, dan lain sebagainya” katanya.

Baca juga: Mitsubishi Sebut Mobil Listrik Tak Akan Menggerus Bisnis Spare Part

Setia juga mengatakan, rekanan dealer merek Amerika Serikat seperti Chevrolet biasanya tidak sembarangan pilih partner bisnis. Mereka akan lebih tertarik bekerja sama dengan pihak yang sudah pernah berhubungan sebelumnya.

Begitu juga dari sisi Mitsubishi, rekanan dealer yang ingin menjual produk-produknya harus punya catatan baik dalam bisnis jual beli mobil di Indonesia.

“Syarat khusus enggak ada, cuma pilih pemain itu enggak gampang, apalagi pemain baru. Karena kalau pemain baru itu kami belum tau loyalitasnya dan historinya,” ucapnya.

“Merek Amerika itu lebih confident, dia enggak mau kasih dealer merek lain. Kecuali yang memang dia sudah bisa masuk, seperti contohnya Nusantara, punya beberapa outlet Ford yang dipindah ke dealer Honda,” kata Setia.

Penulis: Dio DananjayaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli