Cerpen Anak: Gelas Pecah

Bobo.id Dipublikasikan 23.00, 14/12/2019 • Sarah Nafisah
Cerpen Anak: Gelas Pecah

Bobo.id - Hai teman-teman, pasti sudah tidak sabar menunggu cerpen anak hari ini, ya?

Cerpen anak hari ini berjudul Gelas Pecah.

Yuk, langsung saja kita baca cerpen anak hari ini!

--------------------------------------------------------------------

“Gina! Kamu pasti pakai lipstik Mama lagi!" terdengar teriakan Mama.
"lya Ma," terdengar Gina menyahut.
"Mama kan sudah sering bilang. Kamu jangan suka pakai lipstik Mama. Belum waktunya. Kamu kok tidak mau menurut!"

Aku hanya tersenyum mendengar percakapan itu. Percakapan yang hampir setiap hari kudengar.

Gina, adikku, memang kadang-kadang nakal. Sebaliknya, Vina, adikku yang satu lagi, pendiam dan penurut. Kulihat ia lebih suka bermain dengan cat air.
"Gina, Vina! Di kulkas ada gelas besar berisi sirup. Jangan diminum, ya. Itu untuk Papa sepulang kerja nanti," Mama berpesan.

"Mama pergi dulu ya, dengan Kak Tina. Gina, jaga adikmu baik-baik. Vina, jangan main cat air terus. Tanganmu kotor jadinya," kata Mama lagi.

"lya, Ma!" Kudengar Gina dan Vina menyahut.
"Tina, ayo, kita berangkat." Mama menghampiriku.

Hari itu aku dan Mama akan pergi membeli kain untuk dibuat taplak meja. Mama senang sekali menjahit taplak meja dengan mesin jahit tua warisan Nenek. Aku sering diajak Mama pergi membeli kain.

Gina dan Vina tidak diajak karena bisa merepotkan Mama. Mereka sering minta dibelikan ini itu. Seperti biasa, Bik Inah menemani mereka berdua di rumah.

Aku dan Mama tidak pernah pergi lama-lama. Mama tidak tega meninggalkan Gina dan Vina terlalu lama. Setelah mendapatkan kain, kami berdua bergegas pulang.

Siang itu sangat panas dan Mama merasa haus. Mama segera menuju lemari es untuk mengambil minuman dingin. Tapi alangkah terkejutnya Mama melihat ada pecahan gelas berserakan.
"Lo? Apa ini?" Mama membuka lemari es dan melihat gelas berisi sirup untuk Papa sudah tidak ada.

Berarti gelas yang jatuh itu adalah gelas sirup Papa. "Ini gelas sirup Papa ya? Ayo siapa yang memecahkan?" Mama mulai marah.

Aku mendekat dan melihat pecahan gelas itu. Sirupnya sudah tidak ada, hanya pecahan gelas tergeletak di lantai. Gina dan Vina diam saja. Mereka berdua terlihat takut.
"Ayo, mengaku, kok diam saja? Bik Inah!" Mama memanggil.
Bik Inah datang tergopoh-gopoh. "lya Bu? Ada apa?"
"Bik Inah tahu, siapa yang memecahkan gelas ini?"
"Tidak, Bu. Tapi, tadi Neng Gina sempat buka kulkas."

"Gina, apa betul itu?" Mama melotot.
"lya, Ma, tapi Gina mau ambil susu. Gina tidak menyentuh apa-apa lagi."
"Gina, Mama tidak suka kamu berbohong," Mama marah. "Kamu Mama hukum tidak boleh jajan di sekolah selama seminggu!"

"Tapi, Ma!"
"Tidak ada tapi-tapi!"

Baca Juga: Buah Merah, Buah Khas Papua yang Bisa Bantu Cegah Diabetes dan Kanker
"Ma, tunggu sebentar!" Aku berjongkok dan memperhatikan pecahan gelas. "Mama jangan menghukum Gina dulu. Gina tidak salah. Vina, ayo mengaku. Pasti kamu yang memecahkan gelas."
Mama kaget. Vina lebih-lebih. la terlihat sangat gugup.
"Vina, apa benar?" Mama bertanya.
"I…. Iya, Ma…." Vina ketakutan.

"Tina, kamu tahu dari mana kalau Vina yang memecahkan?" Mama heran.

"Lihat, Ma! Sebelum gelasnya jatuh, sirupnya sudah diminum dulu. Kalau Gina yang memecahkan, tentu ada bekas lipstik di pecahan gelasnya. Mama lihat sendiri, meskipun sudah dilarang, Gina masih tetap pakai lipstik, kan?" aku menjelaskan.

Mama memperlihatkan bibir Gina yang dipoles lipstik.
"Dan di pecahan gelas ini juga ada sisa warna cat air. Tentu Vina yang memecahkan gelas, sekaligus meminum sirupnya, Ma," lanjutku.
Mama tersenyum bangga kepadaku.

"Kamu benar, kamu memang pintar, Tina." Mama beralih pada Vina. "Vina, kamu Mama hukum tidak boleh jajan di sekolah selama seminggu. Kamu juga tidak boleh nonton TV seminggu karena kamu tidak mengakui perbuatanmu tadi. Jelas?"
"lya, Ma," Vina menunduk. Gina senyum-senyum.
"Gina! Kamu jangan senyum-senyum! Kamu juga Mama hukum tidak boleh jajan seminggu di sekolah. Karena kamu masih juga memakai lipstik Mama meskipun sudah dilarang!" Senyum Gina pun hilang.

Cerita oleh: Helen Chandra. Ilustrasi: Dok. Majalah Bobo

#GridNetworkJuara

Artikel Asli