Cerita Warga Gagal Bersepeda di Velodrome karena Antre Panjang

kumparan Dipublikasikan 11.45, 05/07 • kumparanNEWS
Pengunjung antre masuk Velodrome Jakarta, Minggu (5/7). Foto: Stevanus Valentino Herman

Antusiasme masyarakat untuk berolahraga di tengah pandemi sangat tinggi. Alhasil warga pun harus mengantre untuk dapat masuk ke area olahraga seperti di Gelora Bung Karno maupun di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kepadatan itu dirasakan oleh seorang warga Cilincing, Jakarta Utara, Stevanus Valentino Herman. Ia harus mengurungkan niatnya untuk bersepeda di Velodrome.

"Saya sampai di Velodrome sekitar jam 7. Niatnya emang mau sepedahan di dalam Velodromenya. Begitu sampai, ternyata emang ramai banget. Bahkan di luar Velodromenya pun sudah ramai," kata Valentino saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).

Selain karena antusiasme masyarakat yang tinggi, menurut Valentino, antrean itu juga terjadi karena petugas melakukan pengecekan suhu tubuh kepada para pengunjung. Selain itu jumlah pengunjung juga dibatasi.

Dari foto yang dibagikan Valentino antrean pengunjung mencapai puluhan meter. Para pengunjung antre lengkap dengan sepeda yang mereka bawa.

Menurut Valentino, antrean itu berlangsung kurang dari 15 menit. Meski begitu ia dan 4 rekannya memilih untuk berpindah tempat ke Danau Sunter ketimbang menunggu untuk sekadar berolahraga di Velodrome.

"Ngelihat umpel-umpelan gitu dan harus antre panjang, kita langsung mutusin enggak usah masuk. Toh sepedaan enggak harus di dalam Velodromenya kan," kata Valentino.

Velodrome memang jadi salah satu lokasi untuk berolahraga termasuk bersepeda. Selain itu, Jalan Raya Pemuda juga menjadi satu dari 32 titik di Jakarta yang dipakai untuk jalur khusus pesepeda menggantikan CFD Sudirman-Thamrin.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Artikel Asli