Cerita WNI di Wuhan: Warga Saling Teriak Jiayou di Tengah Wabah Corona

kumparan Dipublikasikan 04.10, 28/01/2020 • Wisnu Prasetiyo
Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona di Wuhan, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Sebanyak 93 mahasiswa asal Indonesia masih terisolasi di Wuhan, China, akibat wabah virus corona. Di sana mereka tak bisa bergerak leluasa karena Wuhan sudah mendapat cap merah atau daerah berbahaya.

Pemerintah RI pun sudah memberikan bantuan logistik ke Wuhan. Sebab, persediaan mereka sudah mulai menepis.

Kondisi Wuhan yang bak kota hantu, selain karena virus corona, juga sedang masa libur Imlek. Namun menariknya, warga di Wuhan saling menyemangati satu sama lain.

Cerita datang dari salah satu mahasiswa asal Indonesia di Wuhan, Ayu Larasati. Ia membagikan sebuah video di akun Instagramnya tentang warga di Wuhan yang saling berteriak 'Jiayou' atau 'Semangat' dari tempat tinggal mereka.

"Saya denger teriakan itu kemarin malam (27 Januari). Merinding," ujar Ayu saat dihubungi, Selasa, (28/1).

Ayu mengaku kaget saat hampir seluruh warga kota Wuhan saling berteriak menyemangati. Apalagi di tengah kondisi lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat virus corona.

"Merinding campur haru. Enggak nyangka aja ternyata kita bisa saling kasih semangat lewat teriakan itu. Bener-bener rame, banyak banget yang teriak jiayou," jelas mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Surabaya (Unes) yang tengah mengambil kuliah di sana itu.

Warga menggunakan pakaian tertutup dan masker mengendarai skuter di sepanjang jalan di Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
Artikel Asli