Cerita Seram Penghuni Gaib Asrama Kalokko Bantaeng

Tagar.id Dipublikasikan 03.33, 07/08
Cerita Seram Penghuni Gaib Asrama Kalokko Bantaeng

Bantaeng - Asrama tentara yang beralamat di Jalan Kakak Tua, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, terkenal sebagai salah satu spot horor di kabupaten bertajuk Butta Toa tersebut. Asrama yang konon peninggalan zaman Belanda ini lebih dikenal dengan sebutan asrama Kalokko'. Sayangnya tak ada jejak literasi, baik fisik maupun digital yang bisa memberikan gambaran landasan pemberian nama asrama tersebut.

Juga tak lagi dijumpai tetua atau orang-orang terdahulu yang bisa menceritakan sepenggal kisah asrama kuno itu. Mengenai sejarahnya, tahun dan maksud pembuatannya, siapa dan bangsa apa saja pernah menghuninya. Atau bagaimana kisah-kisah di balik pembangunannya. Yang pasti dari model barak tentara yang begitu kuno masih tersisa dan menggambarkan banyak misteri dalam asrama seluas kurang lebih setengah hektare tersebut.

Sekitar tahun 2007, asrama Kalokko masih dipadati penghuni. Yakni keluarga tentara di Bantaeng yang menetap di sana. Namun seiring waktu, sekitar tahun 2010 satu persatu asrama tersebut dikosongkan.

Kurang lebih seperti itulah yang diceritakan Nesya, seorang perempuan berusia 32 tahun. Rumah Nesya bisa dibilang masuk dalam kawasan asrama tersebut, namun bentuknya jauh berbeda. Rumah yang dihuninya lebih mirip bentuk rumah pada umumnya. Sedangkan rumah-rumah dalam asrama Kalokko berbentuk silinder atau tabung dengan rangka besi membentuk setengah lingkaran. Sedangkan dindingnya dibalut setengah tembok dan setengah lagi lapisan besi atai semacam seng tebal.

Saya pernah melihat ada semacam penampakan sosok perawat yang menyeret tentara, pernah juga memapah tentara ya semacam prajurit zaman dululah.

Asrama Kalokko

Penampakan rumah kuno di Asrama Kalokko yang seram di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Langkah Kaki Pasukan Tentara

Nesya dan keluarganya menetap lebih dari 20 tahun di sana. Baginya cerita dan pengalaman horor di asrama Kalokko bukan lagi hal baru. Bukan sekali dua kali ia mendengar dan mengalami sendiri kejadian misterius selama berumah di sana.

Kata Nesya, yang paling sering ia dengar adalah suara langkah kaki pasukan yang seolah bergerak jalan di sekitar rumahnya sekitar pukul satu dini hari. Suara langkah kaki yang berat tersebut terdengar berirama. Seolah-olah ribuan pasukan tengah melangkah dan berjalan di depan rumah.

"Waktu SD paling sering saya dengar suara langkah kaki pasukan tengah malam, sering sekali padahal waktu itu masih ramai asrama ini ditinggali orang-orang," kata Ibu tiga anak ini sewaktu dijumpai Tagar di rumahnya, Jumat, 17 Juli 2020.

Misteri semakin menjadi-jadi sejak asrama tersebut kosong dan tidak terurus. Selain suara langkah kaki pasukan, Nesya menceritakan pengalaman misteri lainnya yang pernah dijahili penunggu salah satu rumah di asrama tersebut.

Asrama Kalokko

Nesya, 32 tahun, tinggal di dekat Asrama Kalokko Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Waktu itu Nesya menemani adiknya yang bernama Andi yang ditugasi ayahnya untuk menjaga gudang bawang merah sekitar pukul sepuluh malam. Waktu itu mereka duduk di depan pintu gudang. Gudang bawang merah tersebut adalah salah satu bekas rumah tentara yang sudah lama ditinggalkan. Dan rumah itu terkenal dengan penampakan pocong dan sosok siluet laki-laki yang sering menampakkan diri.

Sekitar 10 menit, kata Nesya, selama menjaga di sana tidak ada gangguan berarti namun ia tetap waspada. Dalam hati ia berzikir dan tak henti-henti meminta perlindungan. Meski semakin lama, ia merasakan aura tempat tersebut semakin berubah. Hawa dingin yang entah dari mana bertiup dan membuat seluruh bulu kuduk di separuh tubuhnya merinding. Ditambah aroma aneh yang tak sedap tiba-tiba tercium, sangat menyengat.

Ia dan adiknya saling berpandangan namun tak ada sepatah kata yang terucap dari mulut keduanya. Setelah angin dan udara dingin menyerang, lampu gudang tiba-tiba kedap-kedip dengan sendirinya. "Waktu itu saya berbisik ke Andi, kamu siap lari? tanyaku, dan tanpa aba-aba kami berdua lari secepat kilat meninggalkan gudang."

Asrama Kalokko

Suasana seram menyelimuti saat melintas di kompleks Asrama Kalokko yang sepi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Suara Misterius

Pengalaman lain yang tak kalah membuat Nesya merinding setiap kali mengingatnya adalah pada suatu waktu ia berjalan bersama tujuh orang lain, tante dan saudara-saudaranya. Mereka bermaksud menghabiskan waktu di Pantai Seruni kala itu.

Mereka memutuskan untuk berjalan kaki dan melintas di jalan kompleks asrama. Waktu itu masih sekitar pukul tujuh malam, selepas isya. Kondisi Asrama Kalokko sudah kosong, tidak berpenghuni. Secara tak sengaja tantenya membuka obrolan basa-basi namun berdampak situasi tegang.

"Waktu itu tanteku cuma bilang di sini (asrama) sudah kosong ya," kata Nesya.

Seketika setelah ucapan tersebut dilontarkan, suara misterius sontak membuat Nesya dan rombongannya berlarian. Sebuah suara seperti tumpukan papan yang sengaja dibanting dengan keras oleh seseorang terdengar dari jarak yang begitu dekat.

Setelahnya, mereka tak lagi dapat menikmati waktu bersantai malam itu. Yang ada hanyalah ketegangan, ketakutan, dan pertanyaan dari arah mana sumber suara itu. Siapa pula pelakunya, karena pada kenyataannya asrama tersebut kosong tanpa penghuni.

Asrama Kalokko

Suasana seram menyelimuti saat melintas di kompleks Asrama Kalokko yang sepi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bagi Nesya, pengalaman horor tidak hanya dirasakan di luar rumah bahkan di dalam rumahnya sekalipun. Ia sering melihat sepasang kaki tanpa tubuh di kamar kakus rumahnya. Selain itu adik dan ibunya juga tak luput dari gangguan penampakan.

Ibunya pernah melihat sebatang pohon pisang bergoyang sendiri di antara belasan batang pohon pisang lainnya di belakang rumah mereka. Juga penampakan kuntilanak merah yang juga tak jarang menampakkan diri.

Perawat Menyeret Tentara

Kesaksian lain diceritakan Siti Jamiah, seorang warga di Kabupaten Bantaeng. Siti pernah melihat sosok-sosok gaib penunggu asrama Kalokko. "Saya pernah melihat ada semacam penampakan sosok perawat yang menyeret tentara, pernah juga memapah tentara ya semacam prajurit zaman dululah."

Tak hanya itu, sosok-sosok tersebut menurutnya sangat tidak nyaman dipandang karena ada yang menampakkan diri dengan kondisi wajah yang hancur.

Pengalaman misterius juga dialaminya belum lama ini. Pekan pertama bulan Juli 2020 menjelang magrib, ia melintas di asrama tersebut seorang diri dengan menggunakan sepeda motor. Namun tiba-tiba ia terjatuh seolah menabrak sesuatu. Bahkan karena itu, ia mengalami keseleo dan tak dapat melakukan aktivitas berat selama beberapa hari. Motornya juga rusak parah di bagian depan seolah baru saja menabrak benda keras.

Hingga saat Asrama Kalokko masih mencekam, bagi siapa saja yang melintas di sana seketika akan dihinggapi aura misterius yang sangat tidak nyaman dan membuat kita tak ingin berlama-lama di lokasi tersebut. []

Baca cerita lain:

  • Pernikahan di Tepi Sawah dengan Protokol New Normal
  • Wisata Bukit Klangon, Kemah dan Menatap Merapi dari Dekat
Artikel Asli