Cerita Pilu Perempuan ODGJ Diperkosa di Depan Anaknya hingga Hamil di Nunukan...

Kompas.com Dipublikasikan 00.10, 15/08 • Michael Hangga Wismabrata
ISTOCK
Ilustrasi

KOMPAS.com - IN (35), orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) di Nunukan, Kalimantan Utara, yang diperkosa secara bergantian di depan anaknya VR (6) terus dipantau kondisinya.

Sekretaris Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Ruhama, Asrina mengatakan, kondisi IN saat ini sulit untuk berpisah lama dengan VR.

Bila lebih dari dua jam berpisah, menurut Asrina, IN akan resah mencari keberadaan VR.

"Kita antar pukul 07.00 nanti kita pulangkan pukul 10.00 Wita. Kalau terlalu lama tidak lihat anaknya kita khawatir dia pergi dari RPTC mencari anaknya sambil membawa bayinya," katanya.

Baca juga: Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

 

Seperti diketahui, selain mendampingi IN, Asrina juga memperhatikan kondisi VR, salah satunya masalah pendidikan untuk masa depan.

Selama sepekan terakhir, menurut Asrina, VR sudah mendapat pelajaran dari para pembimbing di LKSA Ruhama.

"Daya tangkapnya bagus, dia anaknya tumpis (gemar cerita), dan selama kami rawat di panti asuhan ini, dia sama sekali tidak terlihat ada keanehan meski dibesarkan oleh ibunya yang kondisinya memprihatinkan," katanya.

Baca juga: Anak Korban Pemerkosaan hingga Hamil Dirawat di Panti Asuhan

Asrina menjelaskan, sebelum mendapat pendampingan, VR setiap harinya hanya bermain dengan ibu dan adiknya yang masih berusia 3 bulan.

Peristiwa yang dialami sang ibu membuat hubungan keduanya semakin erat.

"Kalau sama ibunya, dia pasti melihat ibunya ketika ada siapa saja yang mendekat, memang mereka tidak bisa dipisahkan," ujar Asrina kepada wartawan, Jumat (13/08/2020).

 

Baca juga: Video Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Seperti diberitakan sebelumnya, IN diketahui tinggal di bekas bangunan kantor imigrasi.

IN lalu diperkosa berkali-kali hingga hamil dan melahirkan. Mirisnya, aksi bejat para pelaku itu dilakukan di depan VR.

"Dan perbuatan itu dilakukan dengan disaksikan anaknya, itu sangat mengerikan, sang anak kami tanya juga bercerita apa yang dilihatnya, ada banyak yang melakukan itu disaksikan si anak, ini menjadi bahan pemikiran kami," kata Sekretaris Dinas Sosial Nunukan Yaksi Belaning Pratiwi, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Namun demikin, menurut Yaksi, saat pertama kali ditemukan Dinas Sosial Nunukan di salah satu perahu bekas di pinggir pantai jalan Lingkar Nunukan Selatan, IN selalu memegang tangan anaknya dan membawa tas kecil.

Saat diperiska, ternyata dalam tas itu terdapat banyak nomor telepon orang yang diduga adalah pemain narkoba.

"Menurut polisi, IN kemungkinan akan dijadikan kurir narkoba dan tidak menutup kemungkinan otaknya terganggu akibat narkoba juga," katanya.

(Penulis: Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor Dony Aprian, Aprillia Ika)

 

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli