Cerita Pesugihan: Kisah Kolam Renang Desa Penyedot Harta Para Pengunjung

kumparan Dipublikasikan 11.04, 06/06 • Pesugihan
foto: kumparan

Di sebuah desa, terdapat sebuah kolam renang. Bangunannya cukup mentereng dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Lantaran berada di kawasan desa, kolam renang itu ialah satu-satunya yang berada di sana.

Sebagaimana kebanyakan penduduk desa, olahraga renang merupakan sebuah kemewahan. Jarang ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan hal yang menyenangkan bagi anak-anak kecil hingga dewasa itu, lantaran terbatasnya tempat. Maka dari itu, kolam renang itu amat ramai didatangi para pengunjung, lebih-lebih di akhir pekan.

Pemilik kolam renang itu, sebut saja Pak Sandi namanya, telah merawat kolam renang itu puluhan tahun. Usaha itu menjadi jalan satu-satunya untuk menghidupi ia dan keluarga. Maka, akibat ketekunannya, ia bisa hidup dengan berkecukupan, bahkan jauh lebih mentereng dari tetangga sekitarnya.

Namun, di samping ketekunannya, ternyata ada sebuah rahasia Pak Sandi yang tak diketahui satu pun orang. Meskipun lewat kolam renangnya, ia dan keluarga bisa hidup berkecukupan, Pak Sandi tetap mencari cara lain untuk memperkaya dirinya. Cara itu ia lakukan lewat pesugihan.

Namun, yang berbeda dari pesugihan Pak Sandi ini, ia tak membutuhkan tumbal nyawa orang lain. Akan tetapi, Pak Sandi hanya cukup melakukan segenap ritual yang ia lakukan beberapa minggu sekali. Dari ritual itu, pasti akan ada beberapa pengunjung yang kehilangan barang-barang berharganya di dalam kolam.

Barang-barang itu biasanya adalah cincin, kalung, atau segala macam perhiasan dan barang berharga lain yang kebanyakan tetap dipakai wanita ketika berenang sekalipun. Barang-barang itu akan hilang di dasar kolam sesaat setelah para pengunjung masuk ke dalamnya, seperti disedot oleh sebuah kekuatan gravitasi yang sangat hebat. Namun, sejatinya, saat para pengunjung kehilangan barang berharganya, saat itu pula barang-barang tersebut masuk ke dalam sebuah kotak sakral di dalam rumah Pak Sandi yang hanya ia pula yang bisa membukanya.

Konon, pesugihan ini dilakukan Pak Sandi lantaran jin yang ia ajak bekerja sama ialah jin perempuan. Jin itu juga menyukai banyak perhiasan sebagaimana manusia, namun dalam pesugihan ini, perhiasan tersebut menjadi milik Pak Sandi akibat segenap ritual yang ia jalankan. Jadilah Pak Sandi pengusaha kolam renang sekaligus perampas harta para pengunjungnya.

foto: kumparan

Oleh para pengunjung, Pak Sandi tak pernah diprotes lantaran kehilangan-kehilangan itu. Mereka berpikir, wajar-wajar saja kalung atau cincin atau barang berharga kecil lain milik mereka hilang di dalam kolam. Barang-barang kecil itu, pikir mereka, hilang akibat tersedot saluran air yang ada di dalam kolam renang. Maka dengan kehilangan-kehilangan itu, mereka tak mencurigai Pak Sandi sama sekali. Sebaliknya, orang-orang itu berpikir bahwa karena kecerobohan mereka sendiri lah perhiasan-perhiasan itu hilang.

Namun, memiliki pesugihan dengan jin perempuan, istri Pak Sandi tak pernah tahu-menahu tentang hal itu. Ia pikir, banyak cincin dan perhiasan yang ada di kotak pribadi suaminya memang dibelikan untuknya. Di sisi lain, lantaran perjanjian dengan jin perempuan itu, Pak Sandi tak pernah memperbolehkan istrinya memakai perhiasan-perhiasan itu, karena sesaat setelah masuk ke kotak pribadi Pak Sandi, perhiasan itu harus segera dijual.

Maka, lewat sikap aneh Pak Sandi itu, istrinya curiga kalau suaminya yang kaya raya itu berselingkuh. Padahal, apabila yang terjadi memanglah perselingkuhan, hal yang paling mungkin disebut ialah Pak Sandi telah berselingkuh dengan jin.

Artikel Asli