Cerita Perjuangan Andreas Rony Wijaya, Anak Petani Alumni Bidikmisi yang Kini Dapat Tawaran Beasiswa dari 5 Universitas di Taiwan

grid.ID Dipublikasikan 08.43, 22/08/2019 • Novita Desy Prasetyowati
Cerita Perjuangan Andreas Rony Wijaya, Anak Petani Alumni Bidikmisi yang Kini Dapat Tawaran Beasiswa dari 5 Universitas di Taiwan

Grid.ID - Cerita perjuangan Andreas Rony Wijaya, anak seorang petani alumni bidikmisi yang kini ditawari 5 beasiswa di Taiwan mencuri perhatian publik.

Andreas Rony Wijaya, alumni bidikmisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) ini sukses menginspirasi publik dengan kesuksesannya menyabet 5 beasiswa dari Negara Taiwan.

Kini menerima beasiswa dari 5 universitas di Taiwan, Andreas Rony Wijaya mengaku pernah ditolak satu universitas yang diincarnya di negara yang sama.

Dunia pendidikan kembali diharumkan dengan prestasi yang ditorek pemuda asal Klaten, Jawa Tengah.

Pemuda bernama Andreas Rony Wijaya (23) itu kini menyedot perhatian publik dengan prestasi yang diraihnya.

Andreas berhasil diterima di 5 universitas yang ada di Taiwan setelah sempat ditolak satu kampus di negara yang sama.

Jiwa pantang menyerah pada diri Andreas terus berkobar meskipun ia mengaku memiliki banyak tantangan.

Selain penguasaan bahasa Inggris, ada beberapa tantangan yang harus dilalui Andreas.

Meskipun banyak tantangan, Andreas memiliki sebuah motivasi besar yaitu ingin mengangkat derajat keluarganya.

Melansir dari laman Kompas.com, Andreas Rony Wijaya merupakan anak dari pasangan Juari dan Sri Tentrem.

Bapak Juwari berprofesi sebagai seorang petani, sedangkan Ibu Sri Tentrem hanya yaitu seorang ibu rumah tangga.

Sebelumnya, Andreas berkesempatan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) prodi Matematika dengan beasiswa Bidikmisi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

"Dari awal masuk (kuliah) saya langsung dapat bidikmisi. Bidikmisi inilah yang sangat berperan dalam masa sarjana," kata Andreas saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/8/2019) pagi.

Dari bidikmisi, ia mengaku ingin lebih berprestasi agar dapat meraih cita-citanya.

"Dari bidikmisi juga saya ingin berprestasi. Karena saya enggak ingin hanya numpang kuliah dan makan gratis dari uang bidikmisi," ujar dia.

Ia pun pernah mendapat banyak penghargaan yang kebanyakan di bidang keilmiahan, seperti uara 1 Lomba Esai Nasional Matematics Festical HIMMA Universitas Sriwijaya, juara 1 Lomba Artikel dan Alat Peraga Matematika Universitas Negeri Yogyakarta, dan Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Matriks UMM Malang.

Tak hanya itu, semasa sekolah dari SD hingga SMA, Andreas juga kerap mendapat ranking 3 besar di kelasnya.

Meski memiliki prestasi yang tak bisa diragukan lagi, Andreas mengaku pernah ditolak satu univeritas di Taiwan yang diincarnya.

Tak hanya itu, ada beberapa perjuangan yang harus dilalui Andreas sebelum kini menerima tawaran beasiswa dari 5 universitas di Taiwan.

Melansir dari postingan Andreas di Instagram @andreasrony_w, selama setahun ia mulai mempersiapkan segala sesuatunya.

Cerita Perjuangan Andreas Rony Wijaya' (Tangkap Layar Instagram @andreasrony_w)

Termasuk melakukan berbagai perjuangan agar keinginannya untuk menempuh pendidikan di luar negeri bisa tercapai.

1. Belajar Keras Selama Setahun Belakang

Andreas mengaku harus belajar keras selama setahun belakangan ini.

Pasalnya, ia mengaku Toefl dan penguasaan bahasa asing menjadi tantangan bagi dirinya.

Selain itu, selama setahun ia harus mempersiapkan banyak berkas untuk mendaftar beasiswa yang diidamkannya.

"Setelah berjuang selama setahun belakangan ini, harus rela berjibaku belajar TOEFL, persiapan berkas seleksi, seperti study plan, motivation letter, Autobiography, pencarian universitas, sampai mengontak beberapa profesor," tulis @andreasrony_w.

2. Menghadapi Omongan Orang

Andreas juga mengaku kerap mendapat pertanyaan seputar plan usai lulus dari UNS.

Meski begitu, ia menanggapi segala yang datang depan positif dan menganggap semuanya adalah bentuk dari perhatian yang dicurahkan untuknya.

"Belum lagi harus melewati hari-hari dengan pertanyaan "kerja dimana?", "Jadi kuliah S2 dimana?", "Bagaimana beasiswamu?", yg hampir ditanyakan setiap kali bertemu dengan orang yg berbeda (Tapi btw makasih sudah perhatian)," lanjutnya.

3. Menghadapi Berbagai Godaan

Berbagai godaan juga didapatkan Andreas dimasa-masa penantian terhadap beasiswa yang dilamarnya.

Andreas juga mengatakan harus bersabar dengan apapun pencapaian teman-temannya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku kerap mendapat godaan pekerjaan hingga godaan dari perempuan yang minta dinikahi.

"bersabar melihat pencapain teman yg lain, masih juga menghadapi godaan berbagai pekerjaan sampai godaan dari akhwat yang minta dipinang," lanjutnya.

Akan tetapi, segala perjuangannya berbuah manis dengan menerima tawaran beasiswa dari 5 univeritas di Taiwan.

Kelima universitas itu adalah National Chiao Tung University (NCTU), National Sun Yat Sen University (NSYSU), National Chung Hsing University (NCHU), National Dong Hwa University (NDHU), dan National Chiayi University.

Keberhasilan Andreas itu tentu tanpa lepas tangan dari orang tuanya.

Pasalnya, kedua orang tua Andreas selalu mendidik dia dan adiknya untuk disiplin dan tidak pernah meninggalkan ibadah. (*)

      View this post on Instagram    

SURAT CINTA DARI TAIWAN . "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri (Republic of) China" . Alhamdulillah, Maha Kuasa Allah yang selalu memudahkan jalan hambanya yang berhasrat menempuh pendidikan. . Setelah berjuang selama setahun belakangan ini, harus rela berjibaku belajar TOEFL, persiapan berkas seleksi, seperti study plan, motivation letter, Autobiography, pencarian universitas, sampai mengontak beberapa profesor. Belum lagi harus melewati hari-hari dengan pertanyaan "kerja dimana?", "Jadi kuliah S2 dimana?", "Bagaimana beasiswamu?", yg hampir ditanyakan setiap kali bertemu dengan orang yg berbeda (Tapi btw makasih sudah perhatian), bersabar melihat pencapain teman yg lain, masih juga menghadapi godaan berbagai pekerjaan sampai godaan dari akhwat yang minta dipinang. . Sampai akhirnya, surat cinta berkedok LoA dari Taiwan itu datang sekitar dua bulan yg lalu. . Alhamdulillah Allah beri kesempatan untuk melanjutkan studi Master di Institute of Statistics, National Chiao Tung University (NCTU) , Taiwan, beserta beasiswanya yang mencover Tuition Fee dan Monthly Stipend. Kuliah di Statistics yang artinya juga dalam 2 tahun ke depan masih akan berkutat dengan simbol, angka, data, syntax, dan tetek bengeknya (kalau ada rekomendasi vitamin penguat rambut sangat boleh dibagi disini yaa). . NCTU ini merupakan universitas terbaik kedua di Taiwan setelah NTU versi Webometric dan 4icu (40 besar se-Asia, dan 300 besar dunia, kalau dibandingkan dengan Harvard masih jauuuh wkwk, kalau dibandingkan dengan universitas-universitas besar di Indonesia, NCTU masih di atasnya sekitar sekitar lima ratusan sampai ribuan-an tingkat). . Xie Xie . #StudyInTaiwan #StudiLanjut #Beasiswa #BeasiswaLuarNegeri #ScholarshipHunter #Vitaminrambut

A post shared by Andreas Rony Wijaya (@andreasrony_w) on Jul 16, 2019 at 5:54am PDT

 

Artikel Asli