Cerita Korban Pelecehan Seksual di Konser .Feast

kumparan Dipublikasikan 09.04, 20/10/2019 • Hesti Widianingtyas
Penampilan .Feast di Konser Here Comes The Sun di Studio Palem Kemang, Jakarta Selatan. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Kejadian enggak menyenangkan dialami seorang penggemar .Feast. Ketika menonton konser band idolanya itu, seorang penggemar perempuan mengalami pelecehan seksual oleh sesama penonton konser.

Pelecehan seksual terjadi ketika .Feast manggung di salah satu acara di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (19/10). Penggemar itu menonton bersama temannya dan berada di barisan paling depan, sudah merasa enggak nyaman sejak lagu pertama dibawakan.

Ia menuturkan, sejak .Feast naik ke atas panggung sekitar pukul 20.10 WIB, suasana mulai enggak kondusif karena penonton di barisan belakang mencoba maju ke depan. Saat itu, penonton juga langsung melakukan crowdsurfing dan moshing.

"Mereka crowdsufing, tendang-tendangan, enggak santai. Enggak kondusif banget, dan itu baru lagu pertama. Saat lagu pertama selesai, tiga cewek samping aku pingsan dan diangkat naik ke teralis buat diamanin. (Jadi) satu cewek lainnya ditinggal sendiri sama tiga temennya itu," tutur dia, saat dihubungi kumparan, Minggu (20/10).

Ketika lagu ke-2 dibawakan, ia makin merasa enggak nyaman. Ia otomatis memukul tangan pelaku.

"Terus, saya lihat ke belakang untuk memastikan orang yang mana pelakunya. Kebetulan di belakang cewek samping saya itu, menurut saya dia (pelakunya) karena gelagatnya kayak takut. Saya ngeliatin dia, dan selang beberapa menit dia enggak melakukan lagi. Pas dia ngerasa saya enggak ngeh, dia ngelakuin lagi. Tiga kali pelecehan seksualnya," ujar sang korban.

Di sisi lain, korban tersebut melihat seorang wanita yang berdiri di sampingnya juga merasa enggak nyaman dan mau menangis. Karena ia berpikir wanita tersebut mau pingsan, maka ia berinisiatif untuk membantu.

Ternyata, wanita tersebut juga mengalami pelecehan seksual dari penonton lain. Akhirnya, mereka memutuskan untuk keluar dari kerumunan.

"Dia nangis, dan cerita kalau dipegang-pegang. Bahkan, bajunya sampai diangkat. Pelaku mencoba masuk (tangannya) ke dalam baju dan celana," jelasnya.

Ketika mengalami pelecehan seksual, penggemar perempuan itu dan seorang fans wanita lainnya sudah berusaha untuk memberitahu petugas keamanan yang berada di depannya. Mereka juga memanggil-manggil Baskara Putra (vokalis .Feast), tapi enggak sempat dilihat.

Ia menyebut, sebenarnya moshing bukan sesuatu yang aneh terjadi di konser .Feast. Tapi, beberapa penonton yang masuk secara cuma-cuma ini, sudah terpengaruh minuman keras.

"Yang masuk udah pada mabuk. Mereka masuk langsung brutal. Bau alkohol banget, dan dicampur rokok. Kami posisi nempel-nempel, jadi ada yang tangannya kesundut rokok juga," bebernya.

Munculnya tanda S.O.S

Unggahan soal kejadian ini langsung menjadi sorotan di media sosial. Baskara Putra juga telah buka suara menyusul pelecehan seksual yang terjadi.

Lewat cuitan di akun Twitter @wordfangs, Baskara membenci pelecehan seksual yang terjadi di konser .Feast. Baginya, pelaku enggak seharusnya berada di sebuah pertunjukan musik.

Ia mengajak sesama musikus untuk menciptakan suatu tanda baru yang bisa diperlihatkan oleh korban kekerasan seksual, ke arah penampil sebagai sinyal adanya tindakan enggak menyenangkan di kerumunan.

Lantas, muncullah tanda S.O.S dengan warna merah, yang merujuk kepada keadaan sesak napas, kecopetan, kekerasan atau pelecehan seksual.

Tanda S.O.S ini disambut oleh sesama musikus lainnya, seperti Kunto Aji, Danilla, sampai band The Panturas.

"Mari bikin kondusif, panggung punya kita semua," twit Kunto Aji di akun @KuntoAjiW.

Atas respons ini, korban menilainya sebagai sebuah gerakan yang baik. Sebab, kebanyakan orang takut untuk berbicara dan enggak sanggup untuk berteriak.

"Munafik kalau saya bilang kena pelecehan seksual saya bakal melawan. Ternyata, saya mengalami dan cuma diam, takut, dan menangis," tutur penggemar .Feast ini.

"Makanya, ini gerakan baik. Jadi enggak perlu ngomong atau teriak. Tanda itu ngasih perhatianlah biar lebih aware, dan pelaku mengurungkan niat untuk berbuat jahat," lanjutnya.

Artikel Asli