Cerita Imam Darto Jadi Penulis Sekaligus Pemain di Film ‘Pretty Boys’

kumparan Dipublikasikan 10.38, 16/09/2019 • D.N Mustika Sari
Imam Darto. Foto: Aria Pradana/kumparan

Presenter Imam Darto mengawali debutnya sebagai penulis naskah di film ‘Pretty Boys’. Awalnya, Tompi, sutradara film tersebut, datang kepadanya sambil membawa premis cerita. Setelah itu, dia mengembangkannya.

Saat akan memberikan gambaran dari hasil tulisannya kepada sutradara dan produser, yakni Desta, pria berumur 36 tahun ini mengaku bahwa dirinya merasa grogi.

“Lumayan deg-degan waktu mau kembaliin kerangka cerita, belum jadi skrip, karena gue enggak tahu dia akan bereaksi seperti apa,” ujar Darto saat ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Konferensi Pers film Pretty Boys. Foto: Aria Pradana/kumparan

Hasilnya, karya Imam Darto pun disukai oleh mereka. “Ternyata, dia (Tompi), Desta, Vincent suka banget. The whole alur cerita tuh kurang lebih sudah di-approve dari draft pertama,” katanya.

Selain menjadi penulis naskah, pria kelahiran Jakarta ini juga berakting di film produksi Anami Films dan Pretty Boys Pictures itu. Dia berperan sebagai Bayu, produser program televisi yang agak kemayu.

Rupanya, menjadi penulis sekaligus pemain bukan hal yang mudah baginya. “Pendalaman karakternya waktu di-coaching, acting coach-nya bilang ‘jarang-jarang ada penulis juga main’. Makanya, harus breakfree dulu dari posisi lo sebagai penulis,” ucap Darto.

Untuk mendalami karakaternya, pemilik nama Imam Hendarto Sukarno ini banyak melihat cara kerja dari seorang produser. Hanya saja, dia harus bisa agak kemayu, namun tetap tegas.

“Produser gue sih enggak ada yang ‘melambai’, sih. Tapi, gue cuma mendalami template-nya seorang produser ya begitu, tegas, dekat pasti dengan talent coordinator, jadi gimana acaranya bagus,” pungkas Imam Darto.

Film ‘Pretty Boys’ bercerita tentang Rahmat (Desta) dan Anugerah (Vincent), dua sahabat yang sejak kecil bercita-cita ingin terkenal. Namun, Anugerah selalu mendapat tentangan dari ayahnya, Pak Jono (Roy Marten).

Karena kesal, Anugerah kabur dari desanya ke Jakarta untuk mengadu nasib bersama Rahmat. Hingga suatu hari, saat sedang menjadi penonton bayaran di sebuah acara, mereka bertemu dengan Roni (Onadio Leonardo), koordinator penonton.

Apakah pertemuan ini akan menjadi pembuka jalan bagi impian Rahmat dan Anugerah? Film ini akan tayang di bioskop pada 19 September mendatang.

Artikel Asli