Cerita Donny, Pramugara Lion Air yang Videonya Viral Saat Suapi Seorang Nenek di Pesawat

Kompas.com Dipublikasikan 16.28, 19/11/2019 • Luthfia Ayu Azanella
Nicholas Ryan Aditya
Sosok Pramugara Lion Air bernama Donny Prima Yuszela membantu seorang penumpang wanita berusia tua yang kesulitan makan dan minum di pesawat. Video itu viral di twitter dan mendapatkan lebih dari 35 ribu retweet dan 52 ribu suka dari netizen.(Nicholas Ryan Aditya)

KOMPAS.com - Pramugara Lion Air, Donny Prima Yuszela, menjadi perhatian beberapa hari ini.

Videonya tengah melayani seorang nenek penumpang penerbangan Lion Air, Surabaya-Palangkaraya, viral dan mendapatkan respons positif dari warganet.

Dalam video yang beredar, Donny terlihat sabar menyuapi nenek yang disebut berusia 117 tahun itu.

Tak hanya menyuapi, ia juga memberikan minum hingga membenarkan kerudung sang nenek.

Saat dihubungi secara langsung oleh Kompas.com, Selasa (19/11/2019), Donny menceritakan pengalaman dan alasannya melakukan hal itu.

Lihat postingan ini di Instagram

Lion Air kembali menjadi perbincangan publik. . Namun kali ini ada yang sedikit berbeda, bahkan mengundang rasa haru dan decak kagum. Dalam 3 video berbeda dan berdurasi total lebih dari 1 menit yang direkam malam tadi, terlihat seorang pramugara yang bertugas dalam penerbangan JT682 dari Surabaya, Jawa Timur menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini sedang melayani seorang penumpang yang berusia 117 tahun. Mulanya, nenek ini tidak mau menggunakan sabuk pengaman bahkan saat pesawat sudah take off dan malah meminta turun dari pesawat. Dengan sabar dan ikhlas serta penuh dedikasi, sang pramugara dalam video itu melayani si nenek dengan memberi dia minum dan menyuapinya makanan layaknya merawat orang tua sendiri. Akhirnya, nenek tersebut mau menggunakan sabuk pengaman hingga tiba dengan selamat di Palangkaraya. Hats off untuk pramugara tersebut 👍👍 . Video : : Armaini Imay

Sebuah kiriman dibagikan oleh Makassar Info (@makasar_info) pada 17 Nov 2019 jam 7:23 PST

Bagaimana cerita Donny?

Teringat ibu

Donny mengatakan, saat itu ia melakukannya karena teringat bagaimana jika hal yang sama terjadi pada ibunya.

"Kalau mama saya pergi ke suatu daerah, bepergian tanpa saya, terus mama saya butuh bantuan dan enggak ada orang yang mau bantu, itu sedih pasti. Saya mikirnya, saya harus bisa (membantu), karena kan apa pun yang kita tabur, itu yang kita tuai," kata Donny, Selasa siang.

Meski masih tinggal satu kota, laki-laki kelahiran Jakarta ini mengaku memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk bertemu dengan orangtuanya di rumah. 

Dalam sepekan, ia memiliki jadwal terbang selama 6 hari dan memiliki 1 hari libur.

"Schedule saya 6 hari terbang, 1 hari libur. Dan 1 hari libur itu kan pasti kalau mau pulang ke rumah kan kayak 'Duh gue lebih baik istirahat untuk balikin tenaga buat besok kerja lagi'. Meskipun mama saya ada di Jakarta, sebulan itu saya bisa 3 atau hanya 2 kali ketemu," jelas Donny.

Menurut Donny, nenek yang pergi bersama keponakannya tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Bugis.

Oleh karena itu, Donny harus berkomunikasi dengan mengandalkan bahasa tubuh sehingga pada video yang direkam oleh salah satu penumpang itu tidak terdengar ada percakapan yang terjalin antara Donny dan nenek tersebut.

Hanya satu dua patah kata yang diucapkan dan senyuman yang dilemparkan.

"Saya mencoba untukngertiin apa yang diarasain saja, karena body language-nya kan menggambarkan dia menginginkan sesuatu. 'Oh iya nenek, minum yuk'. Tapi si bapaknya ini men-translate apa yang ibunya bilang. Sometimes akunanya apa yang dimaksud ibunya," ujar dia.

Terlepas dari semua itu, Donny mengaku apa yang ia lakukan dapat dilakukan oleh semua awak kabin yang bertugas.

"Apa yang akulakuin itu semua awak kabin punya hak untuk melakukan hal seperti itu. Tapi kan itu balik lagi ke diri kita masing-masing. Iya betul (enggak wajib)," kata Donny.

Donny menyebutkan, kewajiban utama seorang kru kabin adalah memastikan keselamatan dan melakukan pelayanan kepada penumpang selama penerbangan.

"Yang pasti, safety yang pertama, yang kedua service. Kami mengutamakan keselamatan dulu baru bisa men-service penumpang. Safety first, after that baru kita service," ujar dia.

Tak tahu ada yang merekam

Menurut Donny, selama 8 tahun berkarya di Lion Air, ia sudah beberapa kali melakukan hal yang sama kepada penumpang.

Akan tetapi, kali ini menjadi perhatian karena videonya viral di media sosial.

Ia mengaku tidak mengetahui ada penumpang yang merekamnya.

"Saya enggak tahu kalau ibungerekam, saya enggak tahu dari awal. Kalau saya tahu, saya pasti menolak, saya tidak ingin (pamer) "Ini lho, Donny", enggak," kata dia.

"Kalau saya tahu saya divideoin, saya akan menolak dong, karena balik lagi ke diri saya. Saya adalah tipikal orang yang enggak mau di-blow up. Saya tipikal orang yang enggak butuh pengakuan," lanjut dia.

Donny mengatakan, ia sudah menghubungi penumpang yang merekam aksinya dan justru mengucapkan permintaan maaf karena video tentang dirinya menjadi viral di media sosial.

"Terima kasih Ibu, saya minta maaf pasti nantinya ada beberapa yang menghubungi Ibu dan mengganggu waktu Ibu, saya minta maaf sekali," ujar Donny.

Penulis: Luthfia Ayu Azanella

Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Artikel Asli