Cerita Ariel Tatum, Jadi Korban Bullying dan Berniat Sewa Pembunuh Bayaran

Kompas.com Dipublikasikan 01.45, 19/11/2019 • Melvina Tionardus
KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan
Ariel Tatum di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, artis peran Ariel Tatum mengungkapkan bahwa ia mengidap Borderline Personality Disorder (BPD).

Ternyata keadaan gangguan kepribadian ambang tersebut berbuntut pada munculnya keinginan untuk bunuh diri berulang kali.

Cerita ini Ariel ungkapkan kembali dalam progam Call Me Mel seperti dikutip Kompas.com pada Senin (18/11/2019).

Bahkan, Ariel diketahui sempat ingin menyewa pembunuh bayaran.

Terjadi di usia 13 tahun

Perempuan yang tahun ini berusia 23 tahun ini menuturkan keinginannya untuk bunuh diri itu terjadi di usia 13 tahun ketika mengetehui mengidap BPD.

Untungnya ia tanggap dengan kondisinya sendiri dan langsung mencari pertolongan kepada ahli.

"Begitu aku merasa ada yang salah, aku langsung hubungi profesional health," kata Ariel.

Sewa pembunuh bayaran

Ariel yang memiliki karakter introvert mengaku tertutup pada keluarganya sendiri, sehingga ia tidak ingin membuat mereka sedih.

Ia mengaku empat ingin mencoba bunuh diri ketika mengidap penyakit mental BPD. Bahkan, ia sempat berpikir untuk menyewa pembunuh bayaran.

"Iya benar, karena pada saat itu aku merasa kayaknya kalau gue bunuh diri, keluarga gue sedih banget deh karena memang aku anaknya introvert, ke keluarga pun aku tertutup," ujar Ariel yang mengawali karier sebagai bintang iklan ini.

Peka dengan diri sendiri

Sejak awal, Ariel Tatum tak pernah malu untuk membuka kisah masa lalunya.

Ariel justru ingin masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental.

"Kita harus bisa sadar sama diri kita sendiri dan tumbuhkan self awareness. Ketika kamu merasa kamu butuh bantuan, mungkin kamu bisa minta pertolongan profesional," kata Ariel yang juga baru terlibat dalam lagu duet Glenn Fredly berjudul "Cokelat".

Rajin beri seminar

Meskipun Ariel menyarankan untuk mencari pertolongan pada pakar, ia sadar hal itu membutuhkan biaya yang tidak murah.

Karena hal tersebut, Ariel Tatum saat ini mulai rajin untuk mengadakan seminar dan memberi penyuluhan tentang kesehatan mental.

Rencananya pada 30 November 2019 mendatang, Ariel akan memberikan seminar di Universitas Indonesia (UI). Sebelumnya, Ariel sudah pernah memberikan seminar kesehatan mental pada 19 Oktober 2019 lalu.

Korban bullying sejak SMP

Tak hanya mengidap Bipolar Personality Disorder, saat SMP Ariel juga mengaku dibully karena berpacaran dengan cowok di sekolahnya.

"Kalau masalah per-bully-an aku dari SMP. Jadi kebetulan waktu SMP aku pacaran sama cowok yang lagi jadi idola para remaja Indonesia," kata Ariel.

Namun ia bisa melewati hal tersebut dengan mengontrol berbagai komentar yang datang padanya.

Tutup kolom komentar Instagram

Ariel Tatum sempat menutup kolom komentar di instagram @arieltatum. Namun menurutnya itu dilakukan agar di fitur tersebut tidak menjadi tempat warganet untuk saling berbalas bully-an.

"Sekali lagi aku klarifikasi, tahu enggak sih kalau ada orang nge-bully, yang lain suka ikut-ikutan. Jadi aku tutup kolom komentar Instagram biar ngurangin dosa orang saja, biar enggak balas-balasan, bukan karena sakit hati," ucap Ariel Tatum.

Penulis: Melvina Tionardus

Editor: Tri Susanto Setiawan

Artikel Asli