Cerita Anak Kos yang Nggak Mudik, Habiskan Hari dengan Telpon Sana Sini

Inibaru.id Dipublikasikan 12.00, 25/05 • inibaru.id

Inibaru.id - Perayaan hari raya Idulfitri atau Lebaran di Indonesia memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga dan berkunjung ke rumah saudara. Momen setahun sekali ini biasanya dijadikan kesempatan anak kos untuk pulang kampung. Tapi karena adanya larangan untuk mudik supaya nggak nyebar virus corona, akhirnya beberapa dari mereka terpaksa merayakan Lebaran sendirian di kos.

Walaupun begitu, mereka tetap punya cara untuk bisa silaturahmi dengan sanak saudara dan teman-teman dengan video call. Seperti cerita Ayu Muntiah yang akrab dipanggil Mumun, dirinya bersilaturahmi dengan keluarga dan teman secara online.

Video call bisa jadi penawar rindu. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

"Kalau silaturahmi sama keluarga dan temen-temen ya kebanyakan lewat online sih ya, kayak videocall, telepon, sama lewat chat saja karena kondisi yang jauh dan pandemi juga jadi nggak bisa ketemu langsung," ungkapnya melalui pesan singkat (24/5).

Selain silaturahmi online, Mumun juga bercerita kalau dirinya dan teman kosnya mengunjungi penghuni rumah sebelah kos yang sudah dikenalnya sejak lama. Dirinya yang biasanya makan rendang atau sambal goreng kentang bersama keluarga, kali ini dia makan di tempat tetangga. Mumun pun bersyukur bisa tetap merasakan hidangan spesial Lebaran.

"Makan hari ini sih tadi pagi dikasih ibu tetangga itu, terus kalau siang ini aku masak sendiri. Makan opor lontong, disuguhi kue juga. Iya alhamdulillah," ungkapnya.

Cara silaturahmi serupa juga dilakukan oleh Yulli. Dirinya mengisi waktu selama Lebaran setelah salat Id dengan menelpon keluarga dan temannya. Namun lain dengan Mumun, mahasiswa yang tinggal di rumah susun mahasiswa di Semarang ini mengaku menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di kamarnya.

Nggak ada kerjaan memang bikin mager ya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

"Tadi salat Id di gedung A, cuma sepuluh orang, terus naik lagi. Habis itu telpon sana-sini," jelas Yulli saat itu.

Keluarga Yulli biasanya memasak ketupat opor dan rendang saat Lebaran bersama keluarga di rumah. Tapi kini dirinya cuma makan di saat Lebaran sendirian di kamarnya.

“Nanti siangnya ada makan-makan dari Al Azhar, ambil makan doang habis itu naik ke kamar lagi,” tuturnya.

Selama menjalankan ibadah puasa, Yulli mengaku sering mendapatkan makan gratis setiap hari Jumat dari pihak pengelola rumah susunnya. Selain itu dia juga mendapatkan kue Lebaran dari teman-temannya.

Walaupun secara fisik jauh dari yang tersayang, tapi silaturahmi tetap bisa terjaga ya Millens. (Julia Dewi Krismayani/E05)

Artikel Asli