Celine Dion: Courage Album Review

CULTURA.ID Dipublikasikan 05.33, 19/11/2019 • Bernadetta Yucki
celine-dion-courage
Photo: Denise Truscello

Celine Dion baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk “Courage” pada 15 November 2019. Album ini menjadi momen comeback sang diva dalam industri musik setelah 6 tahun, pasca meninggalnya suami dan manajer Celine pada tahun 2016. Perasaan sedih dan kebangkitan dari masa-masa sulit dalam hidup dituangkan oleh Celine Dion melalui album terbarunya dengan musik yang didominasi dengan genre pop modern.

“Courage” terdiri dari 20 track yang akan mengobati kerinduan kita pada suara sopran Celine Dion, namun dengan kemasan aransemen yang lebih dinamis dan fresh. Sebelum merilis album ini, Celine Dion telah merilis single yang sempat trending bertajuk “Imperfection” yang telah memperdengarkan warna musik pop dengan sentuhan EDM. Dalam video klip lagu tersebut, penyanyi 51 tahun ini tampil apa adanya tanpa make up namun tetap menawan dengan berbagai pilihan gaun dan konsep visual yang artistik.

Dilansir dari Variety, Celine Dion tak hanya menulis lirik dan mengkomposisi musik, konsep visual dan pilihan gaun dalam setiap penampilannya untuk album “Courage” sebagian besar merupakan pilihannya sendiri dibantu dengan crew lainnya.

Nuansa musik EDM langsung terasa dari track pertama yang bertajuk “Flying on My Own”. Aransemen terdengar fresh dan modern yang menjadi latar dari vokal Celine Dion yang berkualitas dengan nada tinggi pada bagian hook. Sementar track “Lovers Never Die” diawali dengan deting piano yang berkembang menjadi ballad pop dengan aransemen musik electro dengan tempo medium yang elegan.

Album “Courage” memang memiliki aransemen musik yang modern dan fresh jika dibandingkan dengan album-album Celine sebelumnya. Namun, nuansa musik EDM dan techno hanya terdengar pada beberapa track pertama. Semakin kita mendengarkan setiap track dalam album ini, kita akan kembali menemukan jati diri sang diva yang anggun, lembut, dengan lagu-lagu melankolisnya yang menyentuh.

Beberapa track yang akan mengobati para penggemar akan warna musik Celine Dion yang klasik, track seperti “Falling in Love Again” dan “For The Lover That I Lost” memiliki aransemen denting piano yang minimalis untuk menonjolkan lirik dan vokal Celine Dion.

Track “Courage” yang menjadi judul album ini merupakan salah satu lagu yang powerful dalam segi lirik. Sebagai album kembalinya sang diva setelah kehilangan yang besar dalam hidupnya, album ini menjadi kekuatan bagi Celine Dion dan siapapun yang telah melalui hal yang sama. Sekali lagi, Celine menunjukan musiknya yang memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi para pendengarnya.

Salah satu kekuatan dari album “Courage” terletak pada lagu-lagu yang merupakan luapan hati Celine Dion tentang cinta, rasa kehilangan, dan bagaimana dirinya melanjutkan hidup.

“Nobody’s Watching” merupakan salah satu track yang paling menonjol karena memiliki aransemen berbeda jika dibandingkan dengan track lainnya. Diantara lagu-lagu pop modern yang fresh dan ballad dengan instrumen piano melankolis, tiba-tiba kita akan mendengar aransemen musik swing dan blues, masih dengan sentuhan modern agar tetap relevan.

Dalam track “Nobody’s Watching”, Celine menyanyikan lirik tentang dirinya yang terkadang ini sendiri dan menari seperti tidak yang melihat. Dalam lagu “I Will Be Stronger” Celine mengungkapkan usahanya untuk menjadi lebih kuat. Kita bisa membayangkan apa saja yang telah dilalui Celine Dion selama 6 tahun belakangan melalui setiap track dalam lagu ini.

Banyak menyebutkan EDM menjadi warna musik yang diangkat dalam album ini, namun sebetulnya hanya track “Flying on My Own” yang bisa dikategorikan sebagai musik EDM. Sebagai salah satu single, lagu tersebut cukup kuat untuk mempromosikan album “Courage”.

Celine Dion memang memperdengarkan banyak lagu dengan musik yang lebih up beat dan sentuhan techno yang modern. Hal ini memberikan warna pop modern sekaligus nostalgia pada lagu-lagu pop dari diva pada akhir 90an menuju 2000an. Banyak track seperti “Heart of Glass”, “Look us Now”, “Baby”, akan mengingatkan kita pada jaman dimana penyanyi seperti Sara Bareilles, Vanessa Carlton, hingga boyband Westlife masih diputar di radio.

Secara keseluruhan, Celine Dion mengekspresikan kesedihan dan ketabahan melalui album “Courage”. Tak hanya sebagai album musik dengan nilai seni, “Courage” merupakan pesan Celine Dion bagi para pendengarnya tentang apa yang telah ia lalui, khususnya pasca kehilangan suami dan manajernya. Kita tak hanya diperdengar oleh lagu-lagu yang masih menunjukan kualitas dari salah satu diva dalam industri musik dunia, kita juga dapat merasakan perasaan Celine dan bahwa dirinya telah bangkit dari rasa kehilangan yang pasti dialami oleh semua orang.

Artikel Asli