Cek Fakta : Bibir Kering dan Bersisik Jadi Gejala Virus Corona

Bisnis.com Dipublikasikan 05.07, 14/08 • Desyinta Nuraini
Bibir kering
Menurut Aplikasi Studi Gejala COVID, jika mengidap virus corona, ada kemungkinan bibir Anda tampak sedikit berubah selama infeksi. 

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala virus corona terus berkembang seiring penelitian mengenai penyakit ini. Baru-baru ini, para ahli menemuka bahwa tanda-tanda seseorang terinfeksi Covid-19 muncul pada area wajah. 

Dilansir dari Express UK, Jumat (14/8/2020), tanda pertama bisa dilihat pada bibir. Menurut Aplikasi Studi Gejala COVID, jika mengidap virus corona, ada kemungkinan bibir Anda tampak sedikit berubah selama infeksi. 

Sejumlah pasien melaporkan bibir sakit, kering, dan bersisik ketika mereka mencapai pada tahap akhir infeksi. Bibir mungkin tampak sedikit tidak rata atau bergelombang, sementara virus juga dapat menyebabkan beberapa gejala di dalam mulut. Pasien virus corona mengungkapkan bahwa mereka mungkin mengalami luka yang menyakitkan di bagian dalam mulut.

Kedua yakni lesi mulut. Lesi mulut dan bintik-bintik di langit-langit mulut mungkin merupakan gejala baru dari virus corona. Peneliti menemukan bahwa sepertiga dari pasien Covid-19 dengan ruam kulit di lengan dan kaki juga menderita jerawat di langit-langit mulut.

Bercak di mulut ini biasanya muncul sekitar dua minggu setelah orang pertama kali mengalami gejala Covid-19 yang lebih umum dan terkenal yang meliputi demam, batuk terus-menerus, dan sesak napas.

Ketiga, konjungtivitis dan mata merah mungkin menandakan Anda terinfeksi Covid-19. Konjungtivitis pada mata terjadi akibat peradangan pada konjungtiva yang merupakan selaput tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Kondisi ini berkembang karena penumpukan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus termasuk Covid-19. Beberapa gejala yang dijelaskan oleh pasien termasuk kemerahan, rasa berpasir di mata atau keluarnya cairan dari mata. 

Virus ditularkan terutama melalui tetesan dari batuk atau bersin. Partikel ini paling sering masuk melalui hidung atau mulut serta mata. Pakar kesehatan memperingatkan kemungkinan tertular virus jika seseorang menyentuh meja yang terkontaminasi, gagang pintu, atau permukaan lain, namun tampaknya ini bukan cara utama penyebaran virus.

Jika seseorang menderita konjungtivitis akibat Covid-19, mereka dapat menginfeksi orang lain jika mata disentuh dan kemudian orang atau permukaan lain disentuh tanpa menggunakan disinfektan atau mencuci tangan. Sangat disarankan untuk tidak menyentuh wajah, terutama selaput lendir di mulut, hidung, dan mata.

Mayo Clinic menyebut tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari yang sangat ringan hingga parah. “Beberapa orang mungkin hanya memiliki sedikit gejala, dan beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang memburuk, seperti sesak napas dan pneumonia yang memburuk, sekitar seminggu setelah gejala mulai," jelas mereka.

Oleha karena itu, jika Anda melihat perubahan pada bibir, mulut, dan mata dan tidak yakin akan penyebabnya, penting untuk berbicara dengan dokter umum tentang kemungkinan penyebabnya.

Artikel Asli