[Cek Fakta] Berantas Pengangguran Nadiem Minta Siswa SMK Nikah Massal? Ini Faktanya

Medcom.id Dipublikasikan 10.03, 10/07 • https://www.medcom.id
Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook

Beredar sebuah tangkapan layar artikel berita berujudul "Berantas Pengangguran, Nadiem Desak Nikah Massal untuk Siswa SMK Segera Dilakukan". Artikel ini beredar di media sosial facebook.

Akun facebook atas namaLana Lani mengunggah tangkapan layar berita ini pada 10 Juli 2020. Dalam unggahannya ie turut memberikan narasi.

"Yok Kita Nikah…!!?????????????

Ini Menteri Pendidikan atau Menteri Penyesatan !!?????"

Unggahan ini mendapatkan 382 respon dari warganet. Serta 99 komentar dan 20 kali dibagikan.

Penelusuran:

Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta siswa SMK nikah massal adalah salah. Faktanya, nikah massal yang dimaksud Nadiem adalah istilah untuk konsep penyatuan antara sekolah vokasi dengan dunia industri.

Judul artikel serupa diunggah di situs Pangandaran.pikiran-rakyat.com. Ada kaetidaksesuaian antara judul berita dengan substansi berita tersebut. 

Di dalam berita tersebut, tidak ada narasi Nadiem meminta siswa SMK nikah massal dalam arti yang sebenarnya yaitu pernikahan antara perempuan dan laki-laki. 

Dilansir dari Detik.com, Nadiem ingin mengikat sekolah vokasi, terutama SMK dengan industri. Nadiem mengistilahkan dengan 'nikah masal' untuk konsep penyatuan antara sekolah vokasi dengan dunia industri itu.

"Untuk vokasi tema bapak-ibu yang selalu dan Pak Wikan tentunya akan selalu menjadi gongnya itu namanya pernikahan massal. Dan kita menggunakan analogi ini karena menurut kami ini yang bisa menjadi tema yang mendorong sekolah vokasi baik politeknik maupun SMK untuk ramai-ramai mencari jodoh," kata Nadiem dilansir Detik.com.

Menurut Nadiem, SMK memang harus mencari partner atau ia istilahkan jodoh dengan dunia industri. Hal ini yang membedakan dengan sekolah umum non vokasi.

"Ramai-ramai mencari jodoh di bidang industri. Yang namanya vokasi itu, tidak vokasi kalau kurikulum atau pengajarnya dan arahannya bukan kepada industri atau yang mereka fokus sektor kerjanya," ujar Nadiem.

Dilansir CNNIndonesia.com, Nadiem pun mendorong penyelenggaraan pendidikan vokasi menjalin kerja sama dengan industri. Dengan begitu, lulusan mereka langsung bisa terserap ke dunia kerja.

"Kalau 'pernikahannya' itu tidak menghasilkan kontrak kerja sama atau kontrak rekrutmen, itu artinya belum sah lah pernikahannya. Itu yang kita push kepada sekolah-sekolah kita," tegas Nadiem.

Kesimpulan:

Klaim bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta siswa SMK nikah massal adalah salah. Faktanya, nikah massal yang dimaksud Nadiem adalah istilah untuk konsep penyatuan antara sekolah vokasi dengan dunia industri.

Informasi jenis hoaks False connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.

Referensi:

1.https://archive.md/DdhrC

2.https://news.detik.com/berita/d-5077989/solusi-nikah-massal-ala-nadiem-untuk-siswa-smk

3.https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200702151129-20-520090/optimalisasi-vokasi-nadiem-gagas-konsep-nikah-massal

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id**

 

Artikel Asli